Evandi, Sabrina Putri (2026) Insidensi Candidiasis Oral pada Pasien HIV/AIDS di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2022- 2025 : Ditinjau dari Durasi Terapi Antiretroviral dan Jumlah CD4. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (453kB) |
|
|
Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB VI)
03. BAB VI.pdf - Published Version Download (233kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (267kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (12MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Kandidiasis oral merupakan infeksi oportunistik yang sering terjadi pada pasien HIV/AIDS, terutama pada kondisi imunosupresi yang ditandai dengan rendahnya jumlah CD4. Meskipun terapi antiretroviral (ARV) dapat meningkatkan fungsi imun, kejadian kandidiasis oral masih ditemukan, tergantung pada durasi terapi yang dijalani. Peningkatan kasus HIV/AIDS di Sumatera Barat, khususnya Kota Padang, turut berkontribusi terhadap tingginya insidensi kandidiasis oral. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui insidensi kandidiasis oral pada pasien HIV/AIDS berdasarkan jumlah CD4 dan durasi terapi ARV di RSUP Dr. M.Djamil Padang. Medote: Penelitian ini merupakan studi deskriptif retrospektif menggunakan data rekam medis dengan teknik consecutive sampling. Sampel penelitian berjumlah 502 pasien HIV/AIDS yang memenuhi kriteria inklusi, dengan analisis data secara univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 502 pasien, sebanyak 35 pasien mengalami kandidiasis oral, sedangkan 467 pasien tidak. Kejadian kandidiasis oral paling banyak ditemukan pada pasien dengan jumlah CD4 <200 sel/mm3 (n=23). Berdasarkan durasi terapi ARV, prevalensi tertinggi kandidiasis oral teridentifikasi pada pasien dengan durasi terapi lebih dari 12 bulan (n = 31). Kesimpulan: Kejadian kandidiasis oral pada pasien HIV/AIDS paling banyak ditemukan pada pasien dengan status imun rendah, yang ditandai melalui jumlah CD4 <200 sel/mm3. Selain itu, kandidiasis oral juga masih banyak ditemukan pada pasien dengan durasi terapi ARV >12 bulan, sehingga lamanya terapi tidak secara langsung menjamin perbaikan imun maupun penurunan kejadian kandidiasis oral.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | drg. Dedi Sumantri, MDSc ; Dr. drg. Oryce Zahara, Sp. Ort |
| Uncontrolled Keywords: | HIV/AIDS ; kandidiasis oral ; CD4 ; terapi antiretroviral |
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi |
| Depositing User: | S1 Kedokteran Gigi |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 01:49 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 01:49 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/524668 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]