Pengaruh Foaming pada Minyak Pelumas berbahan dasar Mineral Oil terhadap Koefisien Gesek

Rafi, Muhammad (2026) Pengaruh Foaming pada Minyak Pelumas berbahan dasar Mineral Oil terhadap Koefisien Gesek. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (646kB)
[img] Text (BAB 1 Pendahuluan)
BAB 1 Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (320kB)
[img] Text (BAB V Penutup)
BAB V Penutup.pdf - Published Version

Download (277kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (282kB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
Skripsi Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Foaming pada minyak pelumas merupakan fenomena terbentuknya gelembung udara di dalam fluida pelumas yang dapat mengganggu kestabilan film pelumasan serta menurunkan kinerja tribologi pada sistem mekanik. Keberadaan gelembung udara di dalam pelumas menyebabkan distribusi pelumas menjadi tidak merata, menurunkan kemampuan pelumas dalam menopang beban, serta meningkatkan kemungkinan terjadinya kontak langsung antar permukaan yang bergesekan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh foaming pada minyak pelumas berbahan dasar mineral oil terhadap nilai koefisien gesek pada sistem gesek pin dan disc. Pengujian dilakukan menggunakan alat uji tribometer tipe pin on disc berdasarkan standar ASTM G99. Pelumas yang digunakan adalah mineral oil gear ISO VG 220 dengan dua kondisi pengujian, yaitu pelumas tanpa foaming dan pelumas dengan foaming yang direkayasa melalui proses injeksi udara. Variasi pengujian meliputi kecepatan putaran sebesar 500 rpm dan 3000 rpm serta pembebanan sebesar 50 N dan 100 N, dengan seluruh pengujian dilakukan pada temperatur kamar. Selain pengujian koefisien gesek, dilakukan pula pengukuran diameter foaming untuk mengidentifikasi karakteristik surface foam dan inner foam yang terbentuk di dalam pelumas. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa surface foam memiliki rata-rata diameter sebesar 853,76 µm, sedangkan inner foam memiliki rata-rata diameter sebesar 310,59 µm. Perbedaan ukuran dan distribusi gelembung ini memengaruhi kemampuan pelumas dalam membentuk dan mempertahankan lapisan film pelindung di antara dua permukaan kontak. Hasil pengujian koefisien gesek menunjukkan bahwa pelumas dengan kondisi foaming secara konsisten menghasilkan nilai koefisien gesek yang lebih tinggi dibandingkan pelumas tanpa foaming pada seluruh variasi kecepatan dan beban. Analisis statistik menggunakan metode paired t-test menunjukkan bahwa perbedaan nilai koefisien gesek antara kondisi foaming dan non-foaming bersifat signifikan secara statistik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keberadaan foaming pada pelumas mineral oil berpengaruh negatif terhadap efektivitas pelumasan

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Hendri Yanda, Ph.D
Uncontrolled Keywords: Foaming, Mineral oil, Koefisien gesek, Tribologi, Pin on disc
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Mesin
Depositing User: S1 Teknik Mesin
Date Deposited: 23 Apr 2026 04:22
Last Modified: 23 Apr 2026 04:22
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/524640

Actions (login required)

View Item View Item