ANALISIS USAHA TAHU SMY DI KAMPUNG KORONG GADANG KECAMATAN KURANJI KOTA PADANG

Bait, Ahlul (2026) ANALISIS USAHA TAHU SMY DI KAMPUNG KORONG GADANG KECAMATAN KURANJI KOTA PADANG. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (COVER DAN ABSTRAK)
COVER DAN ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (353kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (327kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version

Download (294kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (282kB)
[img] Text (SKRIPSI FULLTEXT)
SKRIPSI FULLTEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Kenaikan harga kedelai telah menjadi tantangan utama bagi keberlanjutan industri agro tahu, termasuk Usaha Tahu SMY yang berlokasi di Desa Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Antara bulan April hingga Agustus 2025, biaya pengadaan kedelai untuk Usaha Tahu SMY meningkat dari Rp 445.000 menjadi Rp498.000 per karung 50 kg, yang menunjukkan kenaikan sekitar 11,91%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil usaha, profitabilitas, titik impas (BEP), dan sensitivitas terhadap kenaikan harga kedelai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan selama satu bulan melalui observasi, wawancara, dan pencatatan langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Usaha Tahu SMY merupakan industri skala kecil yang mempekerjakan 7 pekerja dan memproduksi sebanyak 206.890 potong tahu per bulan. Total pendapatan usaha mencapai Rp 126.683.560 dengan total biaya produksi sebesar Rp 89.016.463, sehingga menghasilkan laba bersih sebesar Rp37.667.097 dan rasio R/C sebesar 1,42, yang menunjukkan bahwa usaha ini secara ekonomi layak dan menguntungkan. Analisis titik impas menunjukkan bahwa jumlah BEP tercapai pada 35.676 potong tahu, dan nilai penjualan BEP sebesar Rp 21.845.294,51, yang jauh di bawah realisasi produksi dan penjualan aktual. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa kenaikan harga kedelai sebesar 61,5% akan menurunkan laba usaha menjadi Rp 54.432, sementara kenaikan sebesar 62% akan menyebabkan kerugian bersih sebesar Rp 236.479. Temuan ini menunjukkan bahwa struktur biaya usaha yang didominasi oleh biaya bahan baku kedelai membuat usaha ini rentan terhadap fluktuasi harga. Oleh karena itu, penyesuaian harga jual atau efisiensi biaya perlu dilakukan untuk menjaga keberlanjutan usaha

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Rini Hakimi, S.P., M.Si ; Ibu Dr. Nur Afni Evalia, S.P., MM
Uncontrolled Keywords: Analisis usaha; Tahu; keuntungan; Titik impas; Sensitivitas
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > S1 Agribisnis
Depositing User: S1 Agribisnis Agribisnis
Date Deposited: 22 Apr 2026 08:40
Last Modified: 22 Apr 2026 08:40
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/524630

Actions (login required)

View Item View Item