Febriyon, Jeffry (2026) Representasi Penolakan Laki-Laki Terhadap Maskulinitas Hegemonik (Studi pada Akun TikTok @ruangmu_bercerita). S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover & Abstrak)
Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (294kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB 1 Pendahuluan.pdf - Published Version Download (791kB) |
|
|
Text (BAB IV Penutup)
BAB IV Penutup.pdf - Published Version Download (265kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (251kB) |
|
|
Text (Skripsi Full)
Skripsi Full .pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Maskulinitas hegemonik dalam masyarakat menuntut laki-laki untuk tampil dominan, rasional, dan mampu mengontrol emosi, sehingga membatasi ruang ekspresi kerentanan. Dalam konteks digital, muncul ruang-ruang baru yang memungkinkan laki-laki menegosiasikan sekaligus menantang tuntutan tersebut melalui representasi diri di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kerentanan laki laki pada akun TikTok @ruangmu_bercerita sebagai bentuk penolakan terhadap maskulinitas hegemonik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika John Fiske yang diinterpretasikan melalui konsep undoing gender Judith Butler, dengan fokus pada tiga level analisis, yaitu realitas, representasi, dan ideologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level realitas, kerentanan laki laki muncul dalam bentuk ekspresi nonverbal yang tersirat, terfragmentasi, dan terkontrol (controlled vulnerability), seperti wajah datar, gestur tubuh tertutup, penghindaran kontak mata, serta suara yang pelan dan terputus-putus. Pada level representasi, kerentanan dikonstruksi melalui elemen audiovisual seperti pencahayaan redup, musik reflektif, teknik kamera setara, serta dialog afirmatif yang membingkai emosi sebagai sesuatu yang wajar namun tetap berada dalam batas kontrol (mediated vulnerability). Pada level ideologi, ekspresi kerentanan laki-laki memperlihatkan penolakan yang bersifat negosiatif terhadap maskulinitas hegemonik melalui pencarian pengakuan sosial, dukungan relasional perempuan, serta performativitas tubuh dalam dinamika conforming, exceeding, dan resisting. Temuan ini juga menunjukkan munculnya variasi maskulinitas seperti caring masculinity, hybrid masculinity, dan alternative masculinity. Namun, proses undoing gender berlangsung secara parsial dan ambivalen karena tetap bergantung pada pengakuan sosial, dibatasi norma patriarkal, serta dipengaruhi logika visibilitas media digital. Dengan demikian, TikTok dapat dipahami sebagai ruang penolakan yang bersifat negosiatif terhadap maskulinitas hegemonik, di mana kerentanan laki-laki dinegosiasikan melalui relasi sosial dan representasi digital.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Jendrius, M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | Maskulinitas Hegemonik; Ekspresi Kerentanan; TikTok; Semiotika; Undoing Gender. |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HM Sociology H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Sosiologi |
| Depositing User: | S1 Sosiologi Sosiologi |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 06:35 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 06:35 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/524475 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric