Kamal, Nurul Feisya (2026) Kebijakan Common Agricultural Policy (CAP) Uni Eropa Pada Sektor Gula. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (COVER & ABSTRAK)
FE 100 COVER.pdf - Published Version Download (506kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB 1 FE.pdf - Published Version Download (532kB) |
|
|
Text (BAB 5)
BAB 5 FE.pdf - Published Version Download (318kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAPUS FE.pdf - Published Version Download (331kB) |
|
|
Text (SKRIPSI FULLTEXT)
FE 100.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Uni Eropa secara konsisten mendorong liberalisasi perdagangan di forum internasional seperti WTO dan G20, namun mereka tetap mempertahankan mekanisme perlindungan yang ketat, termasuk tarif impor gula putih sebesar €419 per ton dan alokasi subsidi masif mencapai €386,6 miliar untuk periode 2021-2027. Penelitian ini menganalisis kontradiksi antara posisi Uni Eropa sebagai promotor utama perdagangan bebas dunia dengan praktik kebijakan domestiknya yang proteksionis melalui Common Agricultural Policy (CAP) di sektor gula dan bertujuan untuk mendeskripsikan alasan di balik bertahannya kebijakan protektif tersebut pada periode 2020-2024. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi pustaka dan dokumen resmi. Analisis dilakukan menggunakan kerangka teori proteksionisme dari Suhail Abboushi yang mencakup lima faktor utama, yaitu National Defense, Balance of Payments, Employment, Infant Industries, dan Level Playing Field. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uni Eropa mempertahankan kebijakan Common Agricultural Policy (CAP) pada sektor gula karena: 1) Menganggap gula sebagai komoditas strategis untuk ketahanan pangan (National Defense) 2) Berupaya memperbaiki neraca perdagangan dengan menekan impor dan mendorong status eksportir neto (Balance of Payments) 3) Melindungi keberlangsungan 145.000 petani dan stabilitas sosial di pedesaan (Employment) 4) Memberikan ruang bagi restrukturisasi industri dan pengembangan sektor pemanis baru (Infant Industry). Adapun faktor kelima, yaitu Level Playing Field, tidak ditemukan dalam penelitian ini karena tidak terdapat bukti bahwa kebijakan CAP dirumuskan sebagai bentuk balasan atas kebijakan proteksionis negara lain terhadap sektor gula Uni Eropa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa stabilitas domestik dan perlindungan petani tetap menjadi prioritas strategis Uni Eropa dibandingkan komitmen liberalisasi perdagangan internasional.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr.Muhammad Yusra, MA; Zulkifli Harza, S.IP, M.Soc.Sc |
| Uncontrolled Keywords: | Uni Eropa; Common Agricultural Policy (CAP); Sektor Gula; Proteksionisme; Perdagangan Bebas |
| Subjects: | J Political Science > JZ International relations S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Hubungan Internasional |
| Depositing User: | S1 Hubungan Internasional |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 03:25 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 03:25 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/524461 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric