Ulfah, Nahdah Arifatil (2026) Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Balita Usia 12-59 Bulan di Provinsi Sumatera Barat : Analisis Data SSGI Tahun 2024. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (288kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (311kB) |
|
|
Text (BAB VI)
BAB VI.pdf - Published Version Download (231kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (233kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Prevalensi ISPA pada balita di Provinsi Sumatera Barat berdasarkan data SSGI 2024 adalah 4,7%. Prevalensi tersebut mengalami peningkatan dari data SKI 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita usia 12-59 bulan di Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari hasil Survei Status Gizi Indonesia 2024 dengan jumlah sampel sebesar 10.529 balita. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Maret 2026. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Two-Stage Stratified Random Sampling. Analisis yang dilakukan berupa univariat, bivariat, multivariat dan pemetaan. Terdapat 489 (4,7%) balita usia 12-59 bulan yang mengalami ISPA di Provinsi Sumatera Barat, dengan proporsi kasus terbanyak ditemukan pada kelompok usia 12 24 bulan dan terkonsentrasi di empat kabupaten/kota. Mayoritas rumah tangga responden masih menggunakan jenis bahan bakar masak yang kotor. Variabel status imunisasi, pemberian vitamin A, kepadatan hunian, dan jenis bahan bakar masak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian ISPA. Jenis bahan bakar masak menjadi variabel paling dominan dengan nilai Adjusted POR sebesar 2,26 (95% CI: 1.24 - 4.13). Oleh karena itu, intervensi kesehatan masyarakat harus memprioritaskan program transisi ke bahan bakar bersih dan meningkatkan cakupan pelayanan imunisasi serta pemberian vitamin A, dengan target utama intervensi difokuskan pada kelompok usia rentan yaitu 12-24 bulan.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. Masrizal, SKM, M.Biomed ; Yudi Pradipta, SKM, MPH |
| Uncontrolled Keywords: | Balita; Faktor Risiko; ISPA; SSGI 2024; Sumatera Barat |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Fakultas Kesehatan Masyarakat > S1 Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | S1 Kesehatan Masyarakat |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 07:35 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 07:35 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/524388 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric