Analisis Risiko Wildlife Hazard dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Pada Area Airside di Bandara Internasional Minangkabau (BIM)

Maulana, Muhammad Raghib Atha (2026) Analisis Risiko Wildlife Hazard dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Pada Area Airside di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (551kB)
[img] Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (400kB)
[img] Text (BAB VI)
03. BAB VI.pdf - Published Version

Download (258kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (390kB)
[img] Text (05. Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (8MB) | Request a copy

Abstract

Keberadaan satwa liar di area airside berpotensi menimbulkan gangguan terhadap keselamatan penerbangan. Bandara Internasional Minangkabau memiliki kondisi lingkungan hutan, rawa-rawa dan garis pantai yang menjadi ekosistem pendukung aktivitas satwa liar sehingga diperlukan analisis risiko wildlife hazard di area airside Bandara Internasional Minangkabau menggunakan metode Failure mode and Effect Analysis (FMEA). Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi menggunakan metode analisis risiko FMEA. Dilaksanakan September 2025 - Februari 2026 di Bandara Internasional Minangkabau. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumen dari 7 Informan dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan melalui triangulasi sumber dan metode, kemudian dilakukan penilaian severity, occurrence, dan detection untuk memperoleh nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa failure mode utama di area airside adalah keberadaan satwa burung dan darat seprti babi dan anjing berpotensi menimbulkan bird strike dan runway incursion yang dapat mengakibatkan trauma psikologis hingga fatality bagi penumpang dan kru. Zona dengan nilai RPN tertinggi berada di Zona B sekitar middle marker (4 MM) Runway 33 dengan skor 76,55 yang dipengaruhi oleh tingginya kemunculan satwa, kondisi lingkungan, serta sistem deteksi yang masih bersifat manual. Hasil analisis FMEA menunjukkan bahwa risiko wildlife hazard di area airside Bandara Internasional Minangkabau pada beberapa zona masih memerlukan pengendalian dengan nilai rata-rata RPN di atas 70,00. Diperlukan pengendalian berbasis risiko melalui pengelolaan lingkungan, penguatan infrastruktur, peningkatan sistem pemantauan, serta peningkatan kompetensi petugas guna menurunkan potensi gangguan keselamatan penerbangan.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Friska Eka Fitria, S.K.M., M.Kes. ; Fitriyani, SKM., MKKK.
Uncontrolled Keywords: Analisis Risiko, Satwa Liar, FMEA, Keselamatan Penerbangan,WHM
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Fakultas Kesehatan Masyarakat > S1 Kesehatan Masyarakat
Depositing User: S1 Kesehatan Masyarakat
Date Deposited: 22 Apr 2026 08:08
Last Modified: 22 Apr 2026 08:08
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/524349

Actions (login required)

View Item View Item