JENIS, POPULASI, DAN TINGKAT SERANGAN LALAT BUAH (Bactrocera spp.) PADA PERTANAMAN CABAI MERAH DAN CABAI RAWIT DI PULAU SIPORA KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI

Tatubeket, Adelwis Ramadani (2022) JENIS, POPULASI, DAN TINGKAT SERANGAN LALAT BUAH (Bactrocera spp.) PADA PERTANAMAN CABAI MERAH DAN CABAI RAWIT DI PULAU SIPORA KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
cover SKRIPSI ADELWIS.pdf - Published Version

Download (79kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (160kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version

Download (33kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (177kB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
33 Bissmillah PERBANYAKAN SKRIPSI Amiin (1).pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Lalat buah (Bactrocera spp.) merupakan hama utama pada tanaman cabai yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, populasi, dan tingkat serangan lalat buah pada pertanaman cabai merah dan cabai rawit di Pulau Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-April 2025 menggunakan metode survei dengan pengambilan sampel secara purposive sampling pada enam lokasi yang menunjukkan gejala serangan lalat buah dengan kriteria lahan seluas minimal 150m2. Parameter yang diamati meliputi jenis lalat buah, populasi imago, serta tingkat serangan pada tanaman dan buah cabai. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga spesies lalat buah yang ditemukan pada pertanaman cabai, yaitu Bactrocera dorsalis, B. carambolae, dan B. umbrosa dan ditemukan satu spesies lalat buah dari hasil pemeliharaan buah cabai merah dan cabai rawit yang bergejala yaitu B. dorsalis. Spesies B. dorsalis merupakan spesies yang paling dominan. Fluktuasi populasi lalat buah dipengaruhi oleh ketersediaan dan tingkat kematangan buah, keberadaan tanaman inang di sekitar pertanaman, serta faktor iklim terutama curah hujan. Tingkat serangan lalat buah pada cabai merah ditemukan lebih tinggi dibandingkan cabai rawit. Perbedaan ini diduga berkaitan dengan karakteristik morfologi dan fisiologi buah. Berdasarkan persentase buah cabai merah dan cabai rawit yang terserang hasil penelitian menunjukkan bahwa buah cabai yang telah matang mengalami serangan lalat buah lebih tinggi dibandingkan buah yang masih mengkal. Hal ini disebabkan oleh perubahan fisik dan kimia buah selama proses pematangan.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Prof. Dr. Ir. Reflinaldon, M.Si; Prof. Dr. Ir. Novri Nelly, MP
Uncontrolled Keywords: Holticultura; B.dorsalis; Survey; Kematangan buah
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > S1 Proteksi Tanaman
Depositing User: S1 Proteksi Tanaman
Date Deposited: 22 Apr 2026 01:38
Last Modified: 22 Apr 2026 01:38
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/524283

Actions (login required)

View Item View Item