Kemiskinan Buruh Pemetik Teh sebagai Produk Sistem Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-BUN): Studi analisis pada buruh pemetik teh PIR-BUN Danau Kembar, Kab. Solok

Fahmi, Deza Tri Vionita (2026) Kemiskinan Buruh Pemetik Teh sebagai Produk Sistem Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-BUN): Studi analisis pada buruh pemetik teh PIR-BUN Danau Kembar, Kab. Solok. S2 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover.pdf - Published Version

Download (435kB)
[img] Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (285kB)
[img] Text (BAB VI)
03. BAB VI.pdf - Published Version

Download (248kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (366kB)
[img] Text (Thesis Fulltext)
05. Thesis Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi tetang kemiskinan yang dibentuk dan dikondisikan oleh struktur pada lingkungan perkebunan rakyat kemitraan dengan perusahaan inti, PIR-BUN Danau Kembar. Berdasarkan telaah kemiskinan struktural-fungsional oleh Gans, penelitian ini mengungkap bagaimana struktur memproduksi dan mengkondisikan buruh pemetik teh untuk berada dalam kondisi miskin agar sistem berjalan melalui elemen-elemen struktural yang telah dinormalisasi. Posisi ini menjadikan buruh semata-mata sebagai tenaga kerja, bukan sebagai subjek pembangunan sebagaimana diklaim dalam wacana PIR. Dengan demikian, kajian ini menampilkan model baru yang memperlihatkan bahwa subordinasi bukan hanya terjadi pada pemilik lahan, namun terjadi pada buruh selaku pihak yang paling subordinat dan rentan mengalami kemiskinan. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menentukan informan melalui teknik purposive sampling, penelitian berhasil mewawancarai 20 orang informan yang berasal dari pihak PIR-BUN, perusahaan inti, serta masyarakat sekitar. Temuan penelitian ini menjawab dua pertanyaan pokok penelitian. Pertama, buruh pemetik teh mengalami kemiskinan yang dapat diidentifikasi melalui struktur sosial yang berlaku baik secara vertikal maupun horizontal dalam kehidupan sosial buruh. Untuk merespon struktur sosial ini, buruh menciptakan norma sosial sebagai respon untuk hidup ‘aman’, seperti norma patuh dan pasrah. Kondisi miskin buruh diidentifikasi melalui jumlah pendapatan yang sangat minim berkisar antara Rp500.000-Rp2.500.000 yang tidak sebanding dengan pengeluaran bulanan buruh, minimnya fasilitas tempat tinggal dan tidak adanya hak-hak jaminan kerja, serta marginalisasi sosial. Akibatnya buruh menciptakan pola adaptasi bertahan hidup untuk merespon kondisi miskin dengan mengajukan pinjaman, sistem kasbon, serta pertanian susbsisten. Kedua, kajian ini mengungkap peran struktur dalam melanggengkan kemiskinan melalui elemen-elemen struktural yang terbentuk berupa sistem kepemilikan lahan dan kontrol produksi, dibentuknya ketergantungan yang persisten, relasi kerja yang hierarkis, sistem pengupahan yang ditentukan oleh satu pihak, serta stigmatisasi bahwa miskin itu adalah ‘wajar’ bagi para buruh yang juga mempengaruhi cara pandang buruh terhadap kondisi mereka sendiri. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya pandangan masyarakat dan pembuat kebijakan dengan menganggap bahwa buruh sebagai subjek pembangunan, bukan hanya tenaga kerja yang tidak memilik harapan. Seperti tujuan pembentukan perkebunan pola PIR untuk kemakmuran masyarakat.

Item Type: Thesis (S2)
Supervisors: Prof. Dr. Erwin, M.Si. ; Dr. Yevita Nurti, M.Si
Uncontrolled Keywords: Buruh Pemetik Teh; Kemiskinan Struktural; PIR-BUN; Elemen Struktural
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GF Human ecology. Anthropogeography
G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races
H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
S Agriculture > SB Plant culture
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S2 Antropologi
Depositing User: S2 Antropologi Antropologi
Date Deposited: 23 Apr 2026 00:51
Last Modified: 23 Apr 2026 00:51
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/524235

Actions (login required)

View Item View Item