Reski, Sepri (2026) KAJIAN ALGINAT OLIGOSAKARIDA RUMPUT LAUT COKLAT Turbinaria murayana SEBAGAI PAKAN IMBUHAN PENGGANTI ANTIBIOTIC GROWTH PROMOTER UNTUK OPTIMALISASI PERTUMBUHAN AYAM BROILER. S3 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Ringkasan)
1 Cover danAbstraks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (353kB) | Request a copy |
|
|
Text (Bab 1)
2BAB I.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (316kB) | Request a copy |
|
|
Text (Bab V)
3BAB V.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (268kB) | Request a copy |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
4 Daftar Psutaka.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (435kB) | Request a copy |
|
|
Text (Disertasi Full Sepri Reski)
DISERTASI FULL_SEPRI RESKI.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (7MB) | Request a copy |
Abstract
Ayam broiler merupakan salah satu jenis unggas penghasil daging yang paling banyak dikonsumsi dan berperan penting dalam memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat. Ayam broiler memiliki pertumbuhan yang sangat cepat, dengan berat badan mencapai 2,3-2,4 kg dan konversi ransum 1,5 pada umur 35 hari. Pertumbuhan ayam broiler yang sangat cepat biasanya dibarengi dengan penambahan feed additive (pakan imbuhan) dalam ransumnya seperti penggunaan antibiotic growth promoter (AGP). Penggunaan AGP pada saat ini telah dilarang oleh pemerintah yang diatur dalam Permentan RI No. 14 tahun 2017 untuk mencegah resistensi bakteri di usus ternak dan melindungi kesehatan konsumen. Oleh karena itu, perlu inovasi dalam menggantikan peran AGP dalam peningkatan produktivitas dan kesehatan ternak unggas, serta tidak membahayakan konsumen yang akan mengonsumsinya. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan senyawa alami yang berasal dari rumput laut coklat dalam bentuk alginat oligosakarida (AOS). Alginat oligosakarida merupakan hasil depolimerisasi dari senyawa alginat yang diekstrak dari rumput laut coklat yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri, dan dapat meningkatkan pertumbuhan ternak unggas serta menghambat pertumbuhan bakteri patogen di usus halus. Selain bersifat antimikroba, AOS juga dapat berperan sebagai prebiotik untuk meningkatkan populasi bakteri asam laktat di saluran pencernaan. Penggunaan AOS sebagai pakan imbuhan yang berperan sebagai antimikroba dan prebiotik berpotensi untuk menggantikan peran AGP sebagai agen pemacu pertumbuhan pada ternak unggas. Salah satu rumput laut coklat penghasil alginat yang berpotensi digunakan adalah rumput laut jenis Turbinaria murayana. Rumput laut ini banyak ditemukan di Pantai Sungai Nipah, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Rumput laut ini mengandung alginat sebesar 13,51%. Alginat dari rumput laut Turbinaria murayana dapat diperoleh dengan metode ekstraksi jalur asam, basa dan kalsium. Penggunaan alginat sebagai pakan imbuhan yang berperan sebagai antimikroba pada ternak unggas belum efektif karena kelarutan molekul alginat rendah dan perlu didepolimerisasi menjadi AOS yang lebih mudah larut, bioavailabilitas tinggi, dan aktivitas biologisnya sebagai antimikroba lebih baik dibandingkan dengan alginat. Hidrolisis alginat menjadi AOS dapat dilakukan dengan metode kimiawi dan metode enzimatis. Degradasi alginat menjadi AOS dengan metode enzimatis lebih baik dibandingkan dengan metode kimia, karena dapat menghasilkan struktur AOS yang lebih teratur, dengan menggunakan alginat liase. Penelitian ini bertujuan untuk 1). mendapatkan metode ekstraksi yang tepat dalam menghasilkan alginat dari rumput laut Turbinaria murayana 2). Memperoleh dosis alginat liase yang efektif untuk mendegradasi alginat menjadi alginat oligosakarida Turbinaria murayana (AOSTm) dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen Escherichia coli, Salmonella sp., dan Staphylococcus aureus 3). mendapatkan dosis pemberian AOSTm terbaik dalam air minum dan pengaruhnya terhadap morfometrik usus halus, performa produksi, performa karkas dan kualitas karkas ayam broiler. Penelitian ini terdiri dari 3 tahap percobaan. Tahap I, ekstraksi alginat dari rumput laut Turbinaria murayana menggunakan metode ekstraksi berbeda: metode asam, basa, dan kalsium. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan, yaitu metode asam, basa, dan kalsium dengan 6 ulangan. Peubah yang diamati yaitu rendemen, kadar air, kadar abu, kadar kemurnian, viskositas, berat molekul, dan analisis gugus fungsi alginat menggunakan uji Fourier Transform Infrared (FTIR). Tahap II, hidrolisis alginat terbaik dari percobaan Tahap I menggunakan alginat liase dengan dosis berbeda, untuk mendapatkan AOSTm serta uji aktivitas antimikrobanya secara in vitro. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan berupa dosis alginat liase berbeda dalam mendegradasi alginat menjadi AOSTm: 1, 2, 3, 4, dan 5 mL/100 mL larutan alginat 1%. Peubah yang diamati yaitu rendemen, viskositas, berat molekul, rasio Manuronat/Guluronat (M/G) dengan uji FTIR, diameter zona hambat bakteri patogen Escherichia coli, Salmonella sp., dan Staphylococcus aureus. Tahap III, percobaan pemberian AOSTm terbaik dari hasil percobaan Tahap II melalui air minum broiler dengan dosis berbeda kemudian dibandingkan dengan air minum tanpa AOSTm (kontrol negatif) dan AGP tetrasiklin (kontrol positif). Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Peubah yang diamati yaitu morfometrik usus halus, performa produksi, performa karkas dan kualitas karkas ayam broiler. Hasil percobaan Tahap I menunjukkan bahwa ekstraksi alginat dari rumput laut Turbinaria murayana menggunakan metode ekstraksi berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap rendemen, kadar air, kadar abu, kadar kemurnian alginat, viskositas, dan berat molekul alginat. Metode ekstraksi alginat jalur asam menggunakan HCl 5% adalah metode yang tepat untuk ekstraksi alginat dari rumput laut Turbinaria murayana yang menghasilkan rendemen 26,93%, kadar air 13,44%, kemurnian alginat 36,28%, vikositas 15,75%, dan berat molekul alginat 76.786,97 g/mol serta gugus fungsi alginat dapat ditemukan seperti Gugus Hidroksil (O-H) pada serapan gelombang 3483,50 cm⁻¹, gugus COO-asimetris pada serapan gelombang 1653,02 cm⁻¹, Gugus C-O pada serapan gelombang 1032,90 cm⁻¹, dan gugus COO-simetris pada serapan gelombang 1423,49 cm⁻¹. Hasil percobaan tahap II menunjukkan hidrolisis alginat menjadi AOSTm menggunakan dosis alginat liase berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap rendemen dan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap viskositas, berat molekul, rasio M/G AOSTm dan zona hambat bakteri patogen Escherichia coli, Salmonella sp., dan Staphylococcus aureus. Dosis alginat liase 3 mL adalah paling efektif dalam menghidrolisis alginat menjadi AOSTm dengan rendemen 74,90%, viskositas 5,93 cPs, berat molekul 28.659,54 g/mol, rasio M/G 1,03. AOSTm yang dihasilkan melalui hidrolisis menggunakan alginat liase dosis 3 mL dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen Salmonella sp. dengan diameter zona hambat 17,76 mm, Escherichia coli 23,63 mm, dan Staphylococcus aureus 21,10 mm. Hasil percobaan Tahap III, morfometrik usus halus ayam broiler menunjukkan pemberian AOSTm dengan dosis berbeda pada air minum ayam broiler berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap tinggi, lebar, kedalaman kripta dan rasio tinggi dan kedalaman kripta vili usus halus bagian duodenum, jejunum dan ileum ayam broiler, namun berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kedalaman kripta usus halus bagian jejunum serta rasio tinggi dan kedalaman kripta usus halus bagian jejunum. Pemberian AOSTm yang berbeda melalui air minum ayam broiler berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi air minum, konsumsi ransum, namun berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertambahan berat badan dan konversi ransum, berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap bobot hidup, persentase karkas dan persentase lemak abdomen ayam broiler. Selanjutnya berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan lemak dan kolesterol daging sayap dan paha atas ayam broiler. Dosis AOSTm 200 mg/L air minum ayam broiler adalah dosis yang paling efektif dalam meningkatkan ukuran morfometrik usus halus, performa produksi, performa karkas dan kualitas karkas ayam broiler. Penggunaan AOSTm dengan dosis 200 mg/L air minum broiler dapat menyamai penggunaan AGP dengan dosis 45 mg/L dan dapat digunakan sebagai pakan imbuhan pengganti AGP. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa metode ekstraksi jalur asam adalah metode yang presisi untuk memproduksi alginat dari rumput laut Turbinaria murayana dengan kualitas terbaik dan sudah sesuai dengan standar kualitas alginat komersial. Dosis alginat liase 3 mL merupakan dosis yang paling efektif untuk mendegradasi alginat menjadi AOSTm dan menghambat pertumbuhan bakteri patogen Salmonella sp., Escherichia coli dan Staphylococcus aureus secara in vitro. Dosis AOSTm 200 mg/L air minum ayam broiler adalah dosis yang paling efektif dalam meningkatkan ukuran morfometrik usus halus, performa produksi, performa karkas dan kualitas karkas ayam broiler. Penggunaan AOSTm dengan dosis 200 mg/L air minum ayam broiler dapat menyamai penggunaan AGP dengan dosis 45 mg/L.
| Item Type: | Thesis (S3) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. Ir. Yose Rizal, M.Sc; Prof. Dr. Ir. Maria Endo Mahata, MS; Dr. Ir. Ahadiyah Yuniza, MS |
| Uncontrolled Keywords: | AGP; AOS; ayam broiler; pakan imbuhan; Turbinaria murayana |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) S Agriculture > SF Animal culture |
| Divisions: | Fakultas Peternakan > S3 Ilmu Peternakan |
| Depositing User: | S1 Peternakan Peternakan |
| Date Deposited: | 20 Apr 2026 08:00 |
| Last Modified: | 20 Apr 2026 08:00 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/523847 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]