Representasi Parentifikasi pada Karakter Anak Pertama dalam Film Bila Esok Ibu Tiada. (Analisis Semiotika Roland Barthes)

Alauddin, Imam Syamil (2026) Representasi Parentifikasi pada Karakter Anak Pertama dalam Film Bila Esok Ibu Tiada. (Analisis Semiotika Roland Barthes). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
COVER & ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (397kB)
[img] Text (Bab 1)
BAB 1.pdf - Published Version

Download (367kB)
[img] Text (Bab 5)
BAB 5.pdf - Published Version

Download (303kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (291kB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
SKRIPSI FULL TEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Film Bila Esok Ibu Tiada adalah film drama keluarga Indonesia yang dirilis pada 2024. Bercerita tentang Rahmi bersama empat anaknya yang berupaya menjaga ikatan keluarga setelah kehilangan figur Ayah. Ranika sebagai anak sulung, tampil sebagai tokoh kunci yang sering mengambil alih fungsi pengasuhan dan pengelolaan keluarga. Sehingga relasi anak dan orang tua bergeser menjadi pertukaran peran yang berujung parentifikasi. Parentifikasi merupakan fenomena dimana anak bertukar peran dengan peran orang tuanya dalam memberikan dukungan, baik itu secara instrumental maupun emosional. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi parentifikasi pada Ranika melalui pembacaan makna denotatif, konotatif, dan mitos, serta menjelaskan ideologi yang dinaturalisasi film melalui mitos dalam representasi parentifikasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode semiotika Roland Barthes yang diperkuat dengan pemetaan indikator parentifikasi dari kerangka Jurkovic. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Berdasarkan tujuan penelitian ditemukan Ranika mengalami parentifikasi dari beberapa aspek, yaitu: (1) dimensi instrumental, Ranika direpresentasikan sebagai anak yang mengoordinasi, mengambil keputusan, mengelola kebutuhan logistik, dan menanggung beban finansial keluarga; (2) dimensi emosional, Ranika diposisikan sebagai penahan konflik, pengatur suasana, serta anak yang perasaannya kerap tidak diperhatikan; (3) Ranika mengalami dampak maladaptif, seperti kelelahan peran, role overload, scapegoating, rasa bersalah, kesepian, serta kecenderungan menahan diri, serta dampak adaptif seperti kemandirian, kemampuan koordinasi, kecepatan pengambilan keputusan, serta kesiapsiagaan. Film menanamkan ideologi keluarga yang menempatkan anak sulung sebagai poros keteraturan dan penyelesai masalah melalui repetisi tanda yang membuat parentifikasi tampak wajar, sehingga ketimpangan peran cenderung tersamarkan karena dibingkai sebagai pengorbanan demi keharmonisan keluarga.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Muhammad Thaufan Arifuddin, M.A; Dr. Rahmi Surya Dewi, M.Si
Uncontrolled Keywords: Representasi, Parentifikasi, Ideologi Keluarga, Semiotika, Film Bila Esok Ibu Tiada
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Ilmu Komunikasi
Depositing User: S1 Ilmu Komunikasi
Date Deposited: 20 Apr 2026 08:22
Last Modified: 20 Apr 2026 08:22
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/523561

Actions (login required)

View Item View Item