ARNELIWATI, ARNELIWATI (2026) MODEL PENCEGAHAN PROGRESIFITAS OSTEOATRITIS GENU PADA LANSIA. S3 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover Abstrak)
Cover Abstrak.pdf - Published Version Download (241kB) |
|
|
Text (Pendahuluan)
BAB 1.pdf - Published Version Download (248kB) |
|
|
Text (Penutup)
BAB VII.pdf - Published Version Download (176kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (293kB) |
|
|
Text (Disertasi Fulltext)
DISERTASI fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (8MB) |
Abstract
Latar Belakang: Osteoartritis genu pada lansia merupakan masalah degeneratif yang berdampak pada nyeri, kekakuan sendi, keterbatasan aktivitas, penurunan mobilitas, dan kualitas hidup. Pencegahan progresifitas osteoartritis genu memerlukan intervensi yang tidak hanya berfokus pada gejala, tetapi juga pada edukasi, aktivitas fisik aman, nutrisi, latihan, dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi Model ARNELI sebagai model pencegahan progresifitas osteoartritis genu pada lansia. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan desain mixed methods dengan pendekatan pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Tahap analisis dilakukan melalui studi kualitatif dan kuantitatif untuk mengidentifikasi kebutuhan, faktor risiko, dan hambatan pencegahan progresifitas osteoartritis genu. Model ARNELI dikembangkan melalui enam komponen, yaitu Aktivitas Fisik Aman, Range of Motion dan latihan ringan, Nutrisi seimbang, Edukasi osteoartritis genu, Latihan aktivitas aman, serta Involvement keluarga dan monitoring. Implementasi dilakukan pada 120 lansia, terdiri atas 60 responden kelompok intervensi dan 60 responden kelompok kontrol, dengan pengukuran sebelum intervensi, minggu ke-8, dan minggu ke-18. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan penurunan rerata skor nyeri, kekakuan, dan fungsi fisik WOMAC setelah intervensi. Rerata nyeri menurun dari 5,98 menjadi 4,09, kekakuan menurun dari 4,44 menjadi 2,96, dan fungsi fisik WOMAC menurun dari 45,18 menjadi 33,34 pada minggu ke-18. Analisis repeated measures menunjukkan interaksi signifikan waktu dan kelompok pada kekakuan sendi dan fungsi fisik WOMAC, sedangkan nyeri menurun secara deskriptif tetapi belum berbeda bermakna antara kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulan: Model ARNELI efektif dalam menurunkan kekakuan dan memperbaiki fungsi fisik lansia dengan osteoartritis genu. Model ini dapat diterapkan pada tatanan pelayanan kesehatan primer berbasis komunitas, khususnya puskesmas, posyandu lansia, kunjungan rumah, dan keluarga.
| Item Type: | Thesis (S3) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. dr. Masrul., M.Sc., Sp., GK Prof. Dr. Mudjiran, M.S. Kons Prof. Dr. Ns. Meri Neherta, S.Kep., M.Biomed |
| Uncontrolled Keywords: | ADDIE, Model ARNELI, osteoartritis genu, lansia, pencegahan progresifitas, |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > S3 Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | S3 Kesehatan Masyarakat |
| Date Deposited: | 14 Aug 2026 04:12 |
| Last Modified: | 14 Aug 2026 04:12 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/523450 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric