Tahnia, Tia (2026) Analisis Kuantitatif dan Kualitatif Faktor Risiko Kejadian Preeklamsia pada Ibu Hamil di Puskesmas Bungus Kota Padang. S2 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (167kB) |
|
|
Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (202kB) |
|
|
Text (03. BAB IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version Download (351kB) |
|
|
Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (271kB) |
|
|
Text (05. Thesis Fulltext)
05. Thesis Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Preeklamsia merupakan komplikasi kehamilan yang berkontribusi besar terhadap morbiditas dan mortalitas ibu serta bayi di dunia. Secara global, kondisi ini terjadi pada 3–8% kehamilan dan menyebabkan lebih dari 70.000 kematian ibu setiap tahun. Di Indonesia, preeklamsia menyumbang sekitar 30% dari 4.151 kasus kematian ibu pada tahun 2024. Di Kota Padang, tercatat 254 kasus pada tahun 2023 dan 129 kasus pada tahun 2024, dengan Puskesmas Bungus sebagai wilayah dengan prevalensi tertinggi (7,2% dan 3,77%). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian preeklamsia pada ibu hamil di Puskesmas Bungus Kota Padang. Penelitian menggunakan desain mixed methods explanatory sequential dengan pendekatan kuantitatif case control (50 kasus dan 50 kontrol). Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. serta kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Infroman dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan preeklamsia, bidan dan dokter. Menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan hubungan signifikan antara usia berisiko (p=0,001; OR=9,036), IMT obesitas (p=0,031; OR=2,897), riwayat preeklamsia (p =0,006; OR=13,821), riwayat hipertensi (p =0,002; OR=17,216), dan riwayat ANC tidak teratur (p=0,022; OR=2,923) dengan kejadian preeklamsia. Analisis multivariat menunjukkan usia merupakan faktor paling dominan kejadian preeklamsia. Hasil penelitian kualitatif mengidentifikasi kerentanan biologis pada kehamilan usia >35 tahun, interaksi multifaktorial (genetik, pola makan tinggi santan dan garam, stres), serta hambatan penatalaksanaan meliputi kendala ekonomi, geografis, kepatuhan ANC, dan peran pembina wilayah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah usia ibu merupakan faktor dominan kejadian preeklamsia. Diperlukan penguatan deteksi dini, peningkatan kepatuhan ANC, optimalisasi peran kader dan edukasi komprehensif pada ibu hamil usia berisiko.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Dr. Defrin, Sp.OG, SubSp,K-Fm; Dr. Firdawati, M.Kes, Ph.D, FISPH, FISCM |
| Uncontrolled Keywords: | Preeklamsia; Faktor Risiko; Usia ibu, ANC, Puskesmas Bungus |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RB Pathology |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > S2 Kebidanan |
| Depositing User: | S2 Kebidanan kebidanan |
| Date Deposited: | 17 Apr 2026 09:00 |
| Last Modified: | 17 Apr 2026 09:00 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/523260 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]