Pemenuhan Keabsahan Dokumen Syarat Calon Kepala Daerah Dalam Pemilihan Serentak Tahun 2024

Lania, Giffa (2026) Pemenuhan Keabsahan Dokumen Syarat Calon Kepala Daerah Dalam Pemilihan Serentak Tahun 2024. S2 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover+Abstrak Giffa)
Cover+Abstrak Giffa.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Bab I (Pendahuluan))
Bab I (Pendahuluan).pdf - Published Version

Download (3MB)
[img] Text (Bab IV (Penutup))
Bab IV (Penutup).pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Tesis Full Text)
Tesis Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (12MB) | Request a copy

Abstract

Pemilihan serentak yang dilaksanakan sejak tahun 2015, dilanjutkan tahun 2020 dan 2024, dimaksudkan untuk memperkuat efektivitas, efisiensi, dan konsolidasi demokrasi. Pemilihan kepala daerah merupakan instrumen dalam mewujudkan prinsip demokrasi di Indonesia, dan penyelenggaraannya menunjukan proses demokrasi yang sehat. Dalam Pemilihan Tahun 2024, pemenuhan keabsahan syarat dokumen calon kepala daerah menjadi objek sengketa di Mahkamah Konstitusi. Pada beberapa kasus, Calon Kepala Daerah yang mendapatkan hasil suara terbanyak, dan sudah ditetapkan oleh KPU Provinsi/Kabupaten/Kota sebagai pemenang, pada akhirnya didiskualifikasi berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi akibat adanya proses pemenuhan syarat yang tidak terpenuhi. Hal tersebut melatarbelakangi pertanyaan dalam penelitian tesis ini, yaitu; 1. Bagaimana pemenuhan keabsahan dokumen syarat calon dalam proses pendaftaran calon kepala daerah oleh Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Kabupaten/Kota? 2. Bagaimana konsekuensi hukum terhadap penetapan pasangan calon apabila keabsahan dokumen dinyatakan tidak sah setelah penetapan calon? Jenis penelitian yang digunakan dalam tesis ini adalah penelitian hukum normatif, dengan metode pendekatan perundang-undangan (Statute Approach). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1. Dalam pelaksanaan Pemilihan Serentak Tahun 2024, KPU Provinsi/Kabupaten/Kota telah melaksanakan tahapan pencalonan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, proses verifikasi keabsahan dokumen dilakukan oleh KPU dengan melibatkan lembaga/instansi terkait untuk memastikan bahwa dokumen yang dikeluarkan memang benar dari lembaga/instansi tersebut. 2. Konsekuensi hukum terhadap penetapan pasangan calon yang dokumennya dinyatakan tidak sah mengakibatkan munculnya ketidakpastian hukum, tidak terlaksananya Pemilihan yang sesuai dengan asas, dan berpotensi menimbulkan beban keuangan negara, terbukti bahwa Mahkamah Konstitusi cenderung memprioritaskan prinsip substantif untuk memastikan keadilan dan perlindungan hak warga, dari pada ketatnya prosedur formal semata.

Item Type: Thesis (S2)
Supervisors: Prof. Dr. Saldi Isra, S.H., M. PA; Dr. Khairul Fahmi, S.H., M.H
Uncontrolled Keywords: Pemenuhan Keabsahan Dokumen; Syarat Calon Kepala Daerah; Konsekuensi Hukum; Pemilihan Serentak
Subjects: J Political Science > JQ Political institutions Asia
K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > S2 Hukum
Depositing User: S2 Hukum Hukum
Date Deposited: 16 Apr 2026 10:38
Last Modified: 16 Apr 2026 10:38
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/523228

Actions (login required)

View Item View Item