Pengolahan Limbah Kulit Pinang Menjadi Pelet Biomassa dengan Metode Teknologi Olah Sampah di Sumbernya (TOSS)

Divo, Faldi Muhammad (2026) Pengolahan Limbah Kulit Pinang Menjadi Pelet Biomassa dengan Metode Teknologi Olah Sampah di Sumbernya (TOSS). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (183kB)
[img] Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (132kB)
[img] Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version

Download (37kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (192kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Limbah kulit pinang adalah salah satu limbah hasil pertanian yang cukup banyak dihasilkan di Indonesia dan belum ada pengelolaan khusus terhadap limbah kulit pinang sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu perlu dilakukan pengolahan limbah kulit pinang, salah satunya dengan metode Teknologi Olah Sampah di Sumbernya (TOSS). Penelitian ini bertujuan menganalisis hasil biodrying, mengevaluasi kualitas hasil pelet biomassa, membandingkan kualitas pelet biomassa yang dihasilkan dengan baku mutu SNI 8966:2021 dan secara ekonomi dengan penelitian sebelumnya, dan menganalisis hasil scoring kualitas pelet biomassa dengan penelitian sebelumnya. Tahapan penelitian dimulai dari proses pencacahan, biodrying, pembuatan pelet, dan penyelesaian produk. Penelitian ini dilakukan secara triplo dengan memakai AR124 sebagai bioaktivator. Proses biodrying dilakukan selama tujuh hari dan menunjukkan bahwa terjadi puncak dekomposisi bahan organik pada hari keempat, dan pada hari ketujuh kadar air sudah mencapai 14,2% dan memenuhi syarat untuk dilakukan pembuatan pelet. Suhu selama biodrying berubah dari 25,7 °C hingga hari terakhir 27,9 °C. Pengukuran pH menunjukkan terjadi perubahan pH dari 6,3 menjadi 7,0 pada hari ketujuh. Selama biodrying bau hanya tercium hingga hari keempat dan terjadi penyusutan sebanyak 13,11%. Pelet biomassa yang dihasilkan dianalisis secara proximate dan didapatkan hasil kadar air 10,5%, kadar volatil 54,8%, kadar abu 18,4%, kadar fixed carbon 8,5%, dan nilai kalor 16,5 MJ/kg. Secara scoring, limbah kulit pinang memiliki skor 13/15, satu tingkat di bawah pelet biomassa limbah daun dan ranting dan lebih baik dibandingkan dengan penelitian lainnya. Secara ekonomi potensi pelet biomassa limbah kulit pinang dengan metode TOSS memiliki keuntungan Rp2.700/kg.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Yommi Dewilda, M.T. ; Dr. Ir. Fadjar Goembira, S.T., M.Sc.
Uncontrolled Keywords: limbah Kulit Pinang; Teknologi Olah Sampah di Sumbernya (TOSS); Bioaktivator AR124; Pelet Biomassa; Briket
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Lingkungan
Depositing User: S1 Teknik Lingkungan
Date Deposited: 16 Apr 2026 10:59
Last Modified: 16 Apr 2026 10:59
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/523164

Actions (login required)

View Item View Item