Analisis Kinerja Kolektor Surya Dengan Variasi Absorber Biochar Sekam Padi Untuk Aplikasi Pengeringan Kerupuk Jengkol

Nugraha, Alif (2026) Analisis Kinerja Kolektor Surya Dengan Variasi Absorber Biochar Sekam Padi Untuk Aplikasi Pengeringan Kerupuk Jengkol. S2 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover dan Abstark)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (285kB)
[img] Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (374kB)
[img] Text (03. BAB IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (507kB)
[img] Text (05. Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (9MB) | Request a copy

Abstract

Pengeringan merupakan tahapan penting dalam proses pengolahan kerupuk jengkol yang bertujuan untuk menurunkan kadar air sehingga dapat memperpanjang masa simpan dan menjaga kualitas produk. Metode pengeringan konvensional dengan penjemuran langsung di bawah sinar matahari masih banyak digunakan, namun memiliki beberapa kelemahan, seperti ketergantungan terhadap kondisi cuaca, waktu pengeringan yang relatif lama, serta risiko kontaminasi. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan teknologi pengeringan yang lebih efisien dan higienis. Penelitian ini mengkaji karakteristik pengeringan kerupuk jengkol melalui perbandingan tiga metode, yaitu penggunaan kolektor surya dengan absorber biochar sekam padi (KBS), kolektor surya tanpa biochar (KTBS), dan metode pengeringan konvensional. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan laju pengeringan, penurunan massa, kadar air, serta kinerja termal dari ketiga sistem tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan pengujian pada sistem tray dryer skala laboratorium pada kondisi cuaca cerah. Parameter yang diukur meliputi efisiensi termal kolektor, temperatur, laju pengeringan, penurunan massa, dan kadar air kerupuk jengkol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem KBS memiliki laju pengeringan rata-rata pada hari pertama sebesar 0,2111 gram/menit, KTBS sebesar 0,2083 gram/menit, dan metode konvensional sebesar 0,1879 gram/menit. Massa akhir kerupuk jengkol masing-masing mencapai 59,33 gram (KBS), 58 gram (KTBS), dan 62 gram (konvensional). Kadar air akhir hasil pengujian laboratorium sebesar 6,62% pada KBS, 6,05% pada KTBS, dan 6,77% pada metode konvensional. Efisiensi termal kolektor pada sistem KBS berada pada 11,19%, sedangkan KTBS mencapai 12,33%. Sistem KBS menunjukkan kestabilan temperatur yang lebih baik selama proses pengeringan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan absorber biochar sekam padi mampu mendukung proses pengeringan kerupuk jengkol secara efektif, stabil, dan ramah lingkungan, sehingga berpotensi diterapkan pada skala UMKM.

Item Type: Thesis (S2)
Supervisors: Iskandar R, M.T
Uncontrolled Keywords: Kolektor surya; biochar sekam padi; kerupuk jengkol; pengeringan; efisiensi termal
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Mesin
Depositing User: S1 Teknik Mesin
Date Deposited: 16 Apr 2026 08:18
Last Modified: 16 Apr 2026 08:18
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/523084

Actions (login required)

View Item View Item