Perbandingan Gambaran Fibrosis Ginjal Antara Pulasan Hematoksilin Eosin Dan Sirius Red Pada Tikus Model Unilateral Ureteral Obstruction Yang Diberikan Lactococcus Lactis D4

Sona, Althof (2025) Perbandingan Gambaran Fibrosis Ginjal Antara Pulasan Hematoksilin Eosin Dan Sirius Red Pada Tikus Model Unilateral Ureteral Obstruction Yang Diberikan Lactococcus Lactis D4. Spesialis thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (263kB)
[img] Text (02. Bab I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (266kB)
[img] Text (03. BAB VII)
03. BAB VII.pdf - Published Version

Download (197kB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (252kB)
[img] Text (05. Spesialis Fulltext)
05. Spesialis Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Pendahuluan: Fibrosis ginjal merupakan manifestasi akhir penyakit ginjal kronis. Lactococcus lactis memiliki mekanisme anti-inflamasi yang diduga berperan dalam terapi ginjal fibrotik. Penelitian sebelumnya menilai efek anti-fibrosis L. lactis menggunakan pewarnaan Sirius red, sedangkan studi dengan pewarnaan hematoksilin-eosin (H&E), yang lebih umum tersedia di fasilitas kesehatan, masih terbatas. Perbandingan antara kedua metode pewarnaan tersebut juga jarang dilaporkan. Tujuan: Mengetahui perbandingan gambaran fibrosis ginjal antara pulasan H&E dan Sirius red pada tikus model unilateral ureteral obstruction (UUO) yang diberikan Lactococcus lactis D4. Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratorium dengan desain post-test only randomized control group menggunakan tikus jantan Sprague Dawley berusia 6–7 minggu. Fibrosis ginjal diinduksi melalui UUO. Subjek dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kontrol (laparatomi), UUO tanpa terapi, dan UUO dengan pemberian L. lactis D4. Lactococcus lactis D4 diperoleh dari ekstraksi dadih dan diberikan secara rektal dengan dosis 8 × 10⁹ CFU/mL sebanyak 0,5 mL selama tujuh hari. Hasil: Persentase fibrosis ginjal pada kelompok kontrol dan UUO lebih tinggi dibandingkan kelompok perlakuan berdasarkan pewarnaan H&E maupun Sirius red. Tidak ditemukan perbedaan antara kedua pewarnaan pada kelompok kontrol dan UUO. Namun, pada kelompok perlakuan terdapat perbedaan bermakna, dengan Sirius red menunjukkan nilai fibrosis lebih rendah. Kesimpulan: Pemberian Lactococcus lactis D4 menurunkan derajat fibrosis ginjal. Perbedaan antara pewarnaan H&E dan Sirius red hanya terlihat pada fibrosis minimal, dengan Sirius red lebih spesifik. Kata kunci: fibrosis ginjal, obstruksi ureter unilateral, Lactococcus lactis, hematoksilin-eosin, Sirius red

Item Type: Thesis (Spesialis)
Supervisors: Dr. dr. Alvarino, Sp.B, Sp.U, Subsp. Onk (K);Dr. dr. Etriyel, Sp.U Subsp. Trans (K)
Uncontrolled Keywords: fibrosis ginjal;obstruksi ureter unilateral;Lactococcus lactis;hematoksilin-eosin;Sirius red
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RB Pathology
R Medicine > RD Surgery
Divisions: Fakultas Kedokteran > Sp-1 Bedah
Depositing User: Sp-1 Kedokteran Kedokteran
Date Deposited: 15 Apr 2026 08:43
Last Modified: 15 Apr 2026 08:43
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/522990

Actions (login required)

View Item View Item