Stabilitas Tanggul Gabion Pada Pertemuan Sungai: Analisis Eksperimental Pengaruh Geometri dan Bangunan Pengarah Arus

Salsabila, Katrun Nada (2026) Stabilitas Tanggul Gabion Pada Pertemuan Sungai: Analisis Eksperimental Pengaruh Geometri dan Bangunan Pengarah Arus. S2 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (187kB)
[img] Text (02. Bab I)
02. Bab I.pdf - Published Version

Download (388kB)
[img] Text (03. Bab IV)
03. Bab IV.pdf - Published Version

Download (83kB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (109kB)
[img] Text (05. Thesis Fulltext)
05. Thesis Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (38MB) | Request a copy

Abstract

Pertemuan sungai merupakan zona kritis yang memiliki pola aliran kompleks dan berisiko tinggi terhadap kegagalan stabilitas tanggul akibat gerusan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas tanggul gabion pada pertemuan Sungai Batang Kurao dan Bandar Lurus melalui uji model fisik laboratorium menggunakan flume berbentuk T (lebar 40 cm, tinggi 30 cm) dengan kedalaman aliran operasional 3 cm. Variabel yang diuji meliputi dua tipe geometri pertemuan (90° dan 45°), dua kondisi debit (Normal dan Banjir), serta tiga skenario perlindungan: tanpa bangunan pengarah, pengarah Tipe I (45°), dan pengarah Tipe II (45° + 90°). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanpa bangunan pengarah, tanggul gabion pada kedua tipe pertemuan mengalami keruntuhan cepat akibat fenomena undermining pada kaki tanggul. Pemasangan pengarah Tipe I mampu memperlama durasi stabilitas, namun tetap mengalami kegagalan pada kondisi debit banjir. Bangunan pengarah Tipe II terbukti paling efektif dalam melindungi tanggul dengan cara merekayasa aliran dan memindahkan lubang gerusan (scour hole) menjauh dari kaki tanggul ke tengah saluran. Meskipun pada Setup 3 (90° - Banjir) tercatat volume gerusan yang sangat besar mencapai 859,68 cm3/cm, struktur gabion tetap stabil karena lokasi gerusan tidak mengganggu fondasi struktur. Secara keseluruhan, Setup 6 (pertemuan 45° dengan pengarah Tipe II) memberikan kinerja terbaik dengan stabilitas tanggul yang terjaga selama 40 menit pengujian dengan laju gerusan yang lebih terkendali. Penelitian ini menyimpulkan bahwa stabilitas tanggul pada pertemuan sungai lebih bergantung pada keberhasilan bangunan pengarah dalam merelokasi energi aliran daripada modifikasi sudut pertemuan semata.

Item Type: Thesis (S2)
Supervisors: Prof. Ir. Mas Mera, M.T., Ph.D
Uncontrolled Keywords: Pertemuan Sungai; Stabilitas Tanggul; Gabion; Bangunan Pengaruh Arus; Gerusan Lokal
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering
Divisions: Fakultas Teknik > S2 Teknik Sipil
Depositing User: S2 Teknik Sipil
Date Deposited: 15 Apr 2026 02:34
Last Modified: 15 Apr 2026 02:34
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/522838

Actions (login required)

View Item View Item