Sudianto, Mochamad Patuh Junior (2026) Hubungan Derajat Hidronefrosis dengan Kejadian Infeksi Saluran Kemih Kultur Urin Positif pada Pasien Batu Ginjal dan Ureter. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (01. Cover dan Abstrak.pdf)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (265kB) |
|
|
Text (02. Bab I.pdf)
02. Bab I.pdf - Published Version Download (208kB) |
|
|
Text (03. Bab VII.pdf)
03. Bab VII.pdf - Published Version Download (166kB) |
|
|
Text (04. Daftar Pustaka.pdf)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (182kB) |
|
|
Text (05. Skripsi Fulltext.pdf)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Hidronefrosis merupakan komplikasi obstruksi saluran kemih yang sering ditemukan pada pasien batu ginjal dan ureter. Kondisi ini menyebabkan stasis urin dan penurunan laju filtrasi glomerulus yang memudahkan terjadinya infeksi saluran kemih (ISK). Penelitian tentang hubungan antara derajat hidronefrosis dengan kejadian infeksi saluran kemih masih sangat terbatas . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara derajat hidronefrosis dengan kejadian infeksi saluran kemih pada pasien batu ginjal dan ureter di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini merupakan studi analitik retrospektif dengan metode cross sectional menggunakan data rekam medis pasien hidronefrosis akibat batu ginjal dan ureter periode 2023–2025. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dan didapatkan 76 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square, dan regresi logistik biner. Mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (56,6%) dengan kelompok usia terbanyak 45–64 tahun (65,8%). Lokasi batu terbanyak adalah nefroureterolitiasis (36,8%) dengan diameter batu >10 mm (64,5%). Prevalensi ISK ditemukan pada 41 pasien (53,9%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara derajat hidronefrosis dengan kejadian ISK (p = 0,006). Analisis regresi logistik menunjukkan pasien dengan Grade 3 memiliki risiko ISK 5,6 kali lebih tinggi (OR = 5,600; 95% CI: 1,360–23,059) dan Grade 4 memiliki risiko 7,4 kali lebih tinggi (OR = 7,467; 95% CI: 1,866–29,880) dibandingkan Grade 1. Sebagai kesimpulan, terdapat hubungan yang bermakna antara derajat hidronefrosis dengan kejadian ISK pada pasien batu ginjal dan ureter, dengan risiko meningkat signifikan pada Grade 3 dan Grade 4
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. dr. Etriyel MYH, Sp.U(K); Dr. dr. Fitratul Ilahi, Sp.M(K) |
| Uncontrolled Keywords: | Derajat Hidronefrosis; Infeksi Saluran Kemih; Batu Ginjal; Batu Ureter |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RZ Other systems of medicine |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran |
| Depositing User: | S1 Kedokteran Kedokteran |
| Date Deposited: | 14 Apr 2026 08:31 |
| Last Modified: | 14 Apr 2026 08:31 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/522808 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric