EKSPLORASI DAN SELEKSI BAKTERI ENDOFIT INDIGENOS UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT MATI MERANTING (Fusarium sp.) DAN PENINGKATAN PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO

Intan, Sari Pasaribu (2019) EKSPLORASI DAN SELEKSI BAKTERI ENDOFIT INDIGENOS UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT MATI MERANTING (Fusarium sp.) DAN PENINGKATAN PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (Cover dan Abstrak)
Abstrak.pdf - Published Version

Download (224kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I Pendahuluan)
BAB I PENDAHULUAN.pdf - Published Version

Download (130kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB V Penutup)
BAB V PENUTUP.pdf - Published Version

Download (45kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (214kB) | Preview
[img] Text (Skripsi Full Text)
skripsi full.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Bakteri Endofit Indigenos (BEI) merupakan bakteri yang hidup pada jaringan tanaman tanpa menimbulkan kerusakan pada tanaman inang. Bakteri endofit memiliki kemampuan sebagai agen biokontrol dan meningkatkan pertumbuhan tanaman (PGPR). Penelitian ini bertujuan mendapatkan isolat BEI terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman, menekan perkembangan penyakit mati meranting (Fusarium sp.) secara in planta dan in vitro. Penelitian ini dilakukan dengan 2 tahap. (1) Eksplorasi dan isolasi bakteri endofit dari bagian tanaman kakao sehat dari 3 lokasi yaitu Lubuk alung, Limapuluh kota dan Padang Sumatera Barat. (2) Seleksi BEI yang mampu menekan perkembangan penyakit Fusarium dan meningkatkan pertumbuhan bibit kakao secara in planta dan in vitro. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 30 perlakuan (27 isolat BEI, fungisida, tanpa inokulasi Fusarium sebagai kontrol negatif dan dengan inokulasi Fusarium sebagai kontrol positif), masing-masing 3 ulangan dan setiap ulangan terdapat 2 unit percobaan sehingga diperoleh 180 unit percobaan. Hasil isolasi BEI didapatkan 102 isolat BEI dan diseleksi melalui uji Reaksi Hipersensitif (HR) dan uji hemolisin sehingga diperoleh 27 isolat yang berpotensi sebagai kandidat agens hayati. Hasil penelitian ini ialah diperoleh isolat BEI yang mampu meningkatkan pertumbuhan bibit kakao yaitu Isolat PD15, PD6 dan PA2.14 dengan efektivitas 13,76%, 9,79% dan 8,44%. Isolat terbaik dalam menekan perkembangan penyakit Fusarium sp. secara in planta yaitu isolat PA1.8 (69,94%), PB8 (67,56%) dan PB3 (55,6%). Sedangkan Isolat PB3, PA2.4 dan LAD1 mampu menghambat pertumbuhan Fusarium sp. secara in vitro dengan persentase daya hambat 29,33%, 21,33% dan 14,66%. Kata Kunci : agen biokontrol, Fusarium Vascular Dieback (FVD), hemolisin, reaksi hipersensitif

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Dr. Haliatur Rahma, S.Si. MP
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroekoteknologi
Depositing User: S1 agroekoteknologi agroekoteknologi
Date Deposited: 25 Oct 2019 14:12
Last Modified: 25 Oct 2019 14:12
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/52257

Actions (login required)

View Item View Item