Hubungan Stres Akademik dan Non Akademik Dengan Perilaku Self-Harm Pada Mahasiswa Preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Zahra, Fayza Lathifa (2026) Hubungan Stres Akademik dan Non Akademik Dengan Perilaku Self-Harm Pada Mahasiswa Preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (252kB)
[img] Text (Bab I)
Bab I.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Bab Akhir)
Penutup.pdf - Published Version

Download (619kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (2MB)
[img] Text (Tugas Akhir Full Text)
skripsi Fayza full text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Mahasiswa kedokteran (25,1%) mengalami stres yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa jurusan lain (19,7%). Penelitian ini bertujuan menilai apakah tingkat stres yang berasal dari faktor akademik dan non-akademik berhubungan dengan kecenderungan perilaku self-harm pada mahasiswa kedokteran. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 288 mahasiswa preklinik FK UNAND angkatan 2022, 2023, dan 2024 yang dipilih dengan teknik proportionate stratified random sampling. Penelitian dilakukan pada Februari 2025 hingga Februari 2026 di FK UNAND. Data diambil menggunakan kuesioner Medical Student Stressor Questionnaire (MSSQ) dan Self-Harm Inventory (SHI) versi Bahasa Indonesia. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat (uji Chi-Square) dan multivariat (uji regresi). Stres akademik didominasi kategori sedang (53,8%); ringan pada daerah asal luar Sumatra Barat (56,5%) dan indekos (87%); sedang pada usia 20-21 tahun (63,9%); berat pada perempuan (76,4%); sangat berat pada angkatan 2024 (66,7%). Stres non akademik didominasi kategori sedang (53,1%); ringan pada usia 20-21 tahun (70,9%), indekos (74,5%) dan angkatan 2023 (47,3%); berat pada perempuan (76,9%) dan daerah asal Sumatra Barat (56,4%). Perilaku self-harm terdapat pada usia 20-21 tahun (65,9%), perempuan (68,3%), daerah asal luar Sumatra Barat (53,7%), indekos (70,7%), dan angkatan 2023 (36,6%). Bentuk perilaku self-harm yang terbanyak dilakukan adalah menyiksa diri melalui pemikiran yang tidak memihak diri sendiri (16,5%). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan antara stres akademik (p = 0,000) dan non-akademik (p = 0,001) dengan perilaku self-harm. Stres akademik yang tinggi berisiko 2,6 kali mengalami perilaku self-harm. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat stres akademik, maka semakin meningkat pula kecenderungan perilaku self-harm.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: dr. Nur Afrainin Syah, M.Med.Ed, Ph.D., Sp.KKLP, Subsp. FOMC; Dr. dr. Rini Gusya Liza, M.Ked.KJ, Sp.KJ
Uncontrolled Keywords: Mahasiswa Kedokteran; Stres Akademik; Stres Non-akademik; Self-harm
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran
Depositing User: S1 Kedokteran Kedokteran
Date Deposited: 11 Apr 2026 04:10
Last Modified: 11 Apr 2026 04:10
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/522558

Actions (login required)

View Item View Item