Winda, Nadia (2026) Luka di Tanah Leluhur: Konflik Lahan Pemakaman di Desa Rantau Benar, Kabupaten Tanjung Jabung (1995-2000). S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (204kB) |
|
|
Text (BAB 1 Pendahuluan)
BAB 1 Pendahuluan.pdf - Published Version Download (415kB) |
|
|
Text (BAB VI (Penutup/Kesimpulan))
BAB Akhir (Penutup_Kesimpulan.pdf - Published Version Download (119kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (190kB) |
|
|
Text
Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (74MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahapan. Tahapan pertama heuristik atau pengumpulan sumber tertulis berupa arsip, buku, dan karya tulisan yang berkaitan dengan topik penelitian. Sumber lisan diperoleh melalui wawancara dengan pihak-pihak yang terlibat dalam konflik yaitu masyarakat, tokoh adat, dan dari pihak perusahaan. Sumber yang diperoleh telah melalui kritik sumber yang memuat data-data bermanfaat. Selanjutnya dirangkai menjadi tulisan bersifat interpretasi. Tahapan akhir ini disebut tahapan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik lahan pemakaman yang terjadi antara masyarakat desa Rantau Benar dan PT. Bukit Kausar, pada awalnya dipicu oleh kebohongan dan tidak terealisasikannya janji pihak PT. Bukit Kausar kepada masyarakat. Kemudian ketegangan diperparah dengan adanya penyerobotan lahan pemakaman leluhur milik masyarakat oleh pihak PT. Bukit Kausar, yang akhirnya menimbulkan konflik berkepanjangan. Upaya penyelesaian konflik dilakukan melalui beberapa mekanisme penyelesaian tanpa pengadilan yaitu: dialog, negosiasi, arbitrase dan mediasi. Meskipun proses penyelesain mengalami berbagai hambatan dan kendala, konflik lahan pemakaman akhirnya dapat terselesaikan melalui kesepakatan bersama. Konflik lahan pemakaman di Desa Rantau Benar mencerminkan pertarungan antara kepentingan ekonomi perusahaan dan nilai historis-spiritual masyarakat, serta memperlihatkan ketimpangan kekuasaan dalam proses penyelesaiannya. Konflik dengan PT Bukit Kausar diselesaikan melalui proses yang cukup panjang dengan melibatkan berbagai pihak. Hasil penyelesaian konflik menunjukkan bahwa masyarakat akhirnya memperoleh ganti rugi dalam bentuk uang dari pihak perusahaan. Meskipun hasil tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan harapan masyarakat, masyarakat Desa Rantau Benar tetap menerima keputusan tersebut sebagai bentuk penyelesaian konflik yang dicapai pada saat itu.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Nopriyasman, M.Hum |
| Uncontrolled Keywords: | Konflik lahan; Pemakaman leluhur; Resolusi konflik; PT Bukit Kausar; Desa Rantau Benar |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform |
| Depositing User: | S1 Sejarah Sejarah |
| Date Deposited: | 13 Apr 2026 09:15 |
| Last Modified: | 13 Apr 2026 09:15 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/522524 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric