Febryum, Tengku Salsabila (2026) Gambaran Infiltrasi Sel Radang Hepar pada Tikus Sprague Dawley Model Obstructive Jaundice dengan Pemberian Lactococcus lactis D4. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (601kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB 1 Pendahuluan.pdf - Published Version Download (334kB) |
|
|
Text (Bab 7 Penutup)
BAB 7 Penutup.pdf - Published Version Download (309kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (266kB) |
|
|
Text (Skripsi Full Text)
Skripsi Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (6MB) | Request a copy |
Abstract
Obstructive jaundice disebabkan oleh obstruksi aliran empedu yang dapat menyebabkan akumulasi bilirubin, disfungsi, serta respons inflamasi. Infiltrasi sel radang merupakan salah satu ciri histopatologis inflamasi hepar. Dadiah, mengandung bakteri asam laktat, termasuk Lactococcus lactis D4 (LLD4) yang dilaporkan memodulasi respons imun pada inflamasi hepar. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran infiltrasi sel radang hepar tikus model obstructive jaundice dengan dan tanpa pemberian LLD4. Penelitian ini merupakan studi observasional laboratorium menggunakan slide preparat hepar tikus yang dibagi menjadi kelompok sham (prodedur laparotomi), kontrol negatif yang merupakan model obstructive jaundice (ligasi duktus bilier/BDL), dan perlakuan (BDL+LLD4). Pemeriksaan histopatologi menggunakan pewarnaan Hematoksilin-Eosin untuk menilai jumlah dan jenis infiltrasi sel radang. Jumlah sel dianalisis menggunakan uji Welch ANOVA dengan lanjutan Games-Howell. Jenis sel radang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan rerata jumlah sel radang pada kelompok kontrol negatif (30,96 ± 6,999), sham (5,96 ± 0,620), dan perlakuan (17,56 ± 1,262). Terdapat perbedaan signifikan antara kelompok sham dengan kontrol negatif dan perlakuan (p<0,05), sedangkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kelompok kontrol negatif dan perlakuan. Pada seluruh kelompok terdapat sel MN dan PMN dengan sel MN mendominasi infiltrasi (>90%). Kesimpulan penelitian ini yaitu tidak terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik pada penurunan rerata infiltrasi sel radang hepar setelah pemberian LLD4, dengan jenis sel radang didominasi oleh sel mononuklear pada seluruh kelompok yang menunjukkan kecenderungan proses inflamasi kronik.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | dr. Tofrizal, Sp.PA, M.Biomed, Ph.D; Dr. dr. Avit Suchitra, Sp.B, Subsp.BD(K) |
| Uncontrolled Keywords: | Obstructive Jaundice; Ligasi Duktus Bilier; Lactococcus lactis D4; Inflamasi Hepar; Infiltrasi Sel Radang |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran |
| Depositing User: | S1 Kedokteran Kedokteran |
| Date Deposited: | 11 Apr 2026 02:57 |
| Last Modified: | 11 Apr 2026 02:57 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/522500 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric