Zahara, Anjelika (2026) Pembuatan Biodegradable Foam (Biofoam) Berbahan Baku Selulosa Sabut Kelapa Sawit (Fiber) dengan Penambahan PVA (Polivinil Alkohol). S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (209kB) |
|
|
Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (142kB) |
|
|
Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version Download (53kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (154kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Sabut kelapa sawit merupakan limbah padat yang terbentuk dari proses pengempaan buah kelapa sawit menggunakan screw press pada stasiun pengepresan kelapa sawit. Tingginya kandungan selulosa pada sabut kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kemasan makanan yaitu biodegradable foam (biofoam) untuk meningkatkan sifat fisik dan sifat mekaniknya. Biofoam merupakan alternatif kemasan ramah lingkungan yang berfungsi sebagai pengganti styrofoam konvensional. Biofoam diproduksi dari bahan yang mengandung pati, selulosa, plasticizer dan polivinil alkohol (PVA) sebagai bahan penguat sifat mekanik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh interaksi penambahan selulosa sabut kelapa sawit dan PVA terhadap karakteristik biofoam, sehingga dihasilkan biofoam dengan karakteristik terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap 2 faktorial dengan 3 kali ulangan, serta dianalisis menggunakan Analisis of Variance. Jika hasil analisis berbeda nyata, dilanjutkan uji Duncan’s New Multiple Range Test pada taraf 5%. Perlakuan penelitian ini yaitu penambahan selulosa sabut kelapa sawit 15% dan 20%, dan penambahan PVA 10%, 15% dan 20%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi dan berbeda nyata antara penambahan selulosa sabut sabut kelapa sawit dan PVA terhadap kuat tarik, daya serap air, kadar air dan kuat tekan biofoam, tetapi tidak berbeda nyata terhadap biodegradasi dan densitas biofoam. Perlakuan terbaik yang diperoleh berdasarkan perhitungan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yaitu perlakuan A2B3 dengan komposisi selulosa sabut kelapa sawit (20%) dan PVA (20%). Perlakuan ini menghasilkan nilai kuat tekan 0,44 MPa, kuat tarik 1,65 MPa, biodegradasi 18,34% selama 14 hari, daya serap air 2,58%, densitas 1,29 g/cm3, dan kadar air 19,53%.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Deivy Andhika Permata, S.Si., M.Si ; Dr. Neswati, S.TP., M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | biofoam; PVA; sabut kelapa sawit; selulosa |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) S Agriculture > S Agriculture (General) T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Pertanian > S1 Teknologi Industri Pertanian |
| Depositing User: | S1 Teknologi Industri Pertanian |
| Date Deposited: | 10 Apr 2026 01:47 |
| Last Modified: | 10 Apr 2026 01:47 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/522478 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]