Chanivia, Gita (2026) Hubungan Kerentanan Stres Terhadap Ide Bunuh Diri Pada Mahasiswa Program Prodi Kedokteran Universitas Andalas. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan abstrak.pdf - Published Version Download (271kB) |
|
|
Text (BAB 1 Pendahuluan)
BAB 1 Pendahuluan.pdf - Published Version Download (168kB) |
|
|
Text (BAB 7 Kesimpulan)
Bab 7 Kesimpulan.pdf - Published Version Download (138kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (211kB) |
|
|
Text (Skripsi Full Text)
5. Skripsi Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Mahasiswa kedokteran merupakan salah satu kelompok yang memiliki risiko tinggi mengalami stres dan gangguan kesehatan mental. Kerentanan terhadap stres dapat memicu munculnya ide bunuh diri, yang merupakan prediktor kuat percobaan bunuh diri. Tingginya tuntutan akademik, kurangnya waktu istirahat, tekanan sosial, serta perubahan gaya hidup menjadikan mahasiswa kedokteran rentan mengalami stres yang berpotensi berkembang menjadi ide bunuh diri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kerentanan stres dengan ide bunuh diri pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Andalas angkatan 2021–2024. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kerentanan stres dengan ide bunuh diri pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada Januari–Desember 2025. Sampel berjumlah 303 mahasiswa angkatan 2021–2024 yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Kerentanan stres diukur menggunakan Stress Vulnerability Scale, sedangkan ide bunuh diri dinilai menggunakan Scale for Suicide Ideation. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan derajat kepercayaan 95% (α = 0,05). Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (69,3%) dan berada pada rentang usia 18–23 tahun. Sebanyak 199 responden (65,7%) memiliki kerentanan stres kategori sedang, dan 91 responden (30,0%) memiliki kerentanan stres tinggi. Sebagian besar responden (99,7%) memiliki tingkat ide bunuh diri rendah. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara kerentanan stres dengan ide bunuh diri (p = 0,000). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kerentanan stres dengan ide bunuh diri pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas angkatan 2021–2024. Meskipun demikian, tingginya persentase mahasiswa dengan kerentanan stres sedang hingga tinggi menunjukkan perlunya perhatian institusi terhadap upaya promotif dan preventif untuk kesehatan mental mahasiswa.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. dr. Rini Gusya Liza, M.Ked.KJ, Sp.KJ ; Dr. dr. Rizki Rahmadian, SpO.T.Subsp.P.L(K), M.Kes |
| Uncontrolled Keywords: | Kerentanan stres; Ide bunuh diri; Mahasiswa kedokteran; Kesehatan mental. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran |
| Depositing User: | S1 Kedokteran Kedokteran |
| Date Deposited: | 13 Apr 2026 04:59 |
| Last Modified: | 13 Apr 2026 04:59 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/522389 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]