Pengaruh Penambahan Prebiotik Ekstrak Inulin Bengkuang (Pachyrhizus Erosus) dan Madu pada Dadiah terhadap Enzim Beta-Galaktosidase secara In Vitro

Zahra, Tasha Nabila (2026) Pengaruh Penambahan Prebiotik Ekstrak Inulin Bengkuang (Pachyrhizus Erosus) dan Madu pada Dadiah terhadap Enzim Beta-Galaktosidase secara In Vitro. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (494kB)
[img] Text (Bab I)
02. Bab I.pdf - Published Version

Download (311kB)
[img] Text (Bab VII)
03. Bab VII.pdf - Published Version

Download (273kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (293kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (14MB) | Request a copy

Abstract

Intoleransi laktosa adalah masalah kesehatan global yang dialami oleh sekitar 65%-70% populasi akibat defisiensi enzim beta-galaktosidase, sehingga individu tidak mampu mencerna laktosa secara optimal. Pendekatan berbasis produk fermentasi dengan pemanfaatan probiotik untuk mendukung pencernaan laktosa telah menarik perhatian. Penambahan komponen prebiotik, berupa inulin dari bengkuang dan madu, diharapkan dapat mengoptimalkan lingkungan fermentasi untuk meningkatkan produksi enzim beta-galaktosidase. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi aktivitas enzim beta-galaktosidase yang diisolasi dari dadiah yang diperkaya inulin dari bengkuang dan madu. Dadiah dipreparasi dengan penambahan inulin dari bengkuang dan madu pada konsentrasi (0:0), (0,1%:12%), (0,3%:12%), dan (0,5%:12%). Bakteri Asam Laktat (BAL) diisolasi menggunakan media MRS, diikuti dengan ekstraksi enzim beta-galaktosidase menggunakan metode sonikasi. Keberadaan enzim diuji menggunakan substrat oNPG, sementara aktivitas enzim dan konsentrasi protein masing-masing diukur menggunakan metode oNPG dan biuret. Bakteri Asam Laktat yang diisolasi dari dadiah menunjukkan karakteristik morfologi yang relatif seragam antar kelompok perlakuan, dengan hasil pewarnaan Gram positif dan struktur basil. Uji keberadaan enzim beta-galaktosidase menunjukkan hasil positif pada seluruh kelompok perlakuan. Varian perlakuan (0,3%:12%) menunjukkan performa optimal dibandingkan varian lainnya, dengan konsentrasi protein sebesar 21,235 mg/mL dan aktivitas spesifik enzim sebesar 0,772 U/mg, yang secara signifikan melebihi dadiah tanpa perlakuan (p<0,05). Peningkatan tersebut diikuti oleh penurunan konsentrasi protein dan aktivitas spesifik enzim pada varian (0,5%:12%). Penambahan inulin dari bengkuang dan madu berasosiasi dengan peningkatan aktivitas enzim beta-galaktosidase melalui optimalisasi lingkungan fermentasi dadiah. Namun, penambahan prebiotik pada konsentrasi berlebihan justru memberikan efek sebaliknya. Temuan ini mendukung potensi pengembangan dadiah yang diperkaya inulin dan madu sebagai pangan fungsional yang membantu pencernaan laktosa.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Dessy Arisanty, S.Si., M.Sc
Uncontrolled Keywords: Intoleransi laktosa; Enzim beta-galaktosidase; Dadiah; Bengkuang; Madu
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran
Depositing User: S1 Kedokteran Kedokteran
Date Deposited: 07 Apr 2026 07:53
Last Modified: 07 Apr 2026 07:53
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/522293

Actions (login required)

View Item View Item