Hubungan Tingkat Stres Lingkungan Pendidikan Kedokteran Gigi dengan Kejadian Stomatitis Aftosa Rekuren pada Mahasiswa Preklinik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas

Destyana, Dwinta (2026) Hubungan Tingkat Stres Lingkungan Pendidikan Kedokteran Gigi dengan Kejadian Stomatitis Aftosa Rekuren pada Mahasiswa Preklinik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (612kB)
[img] Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (284kB)
[img] Text (03. BAB IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version

Download (327kB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (282kB)
[img] Text (05. Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Latar Belakang: Stres adalah kondisi psikologis yang umum terjadi di kalangan mahasiswa, disebabkan oleh tekanan akademik, beban materi dan tuntutan lainnya. Mahasiswa kedokteran gigi yang memiliki lingkungan pendidikan yang penuh tantangan kerap mengalami stres yang dapat memengaruhi kesehatan mental dan fisik. Stres yang dialami mahasiswa dapat berdampak negatif pada sistem tubuh, salah satunya memicu kondisi kesehatan seperti stomatitis aftosa rekuren, atau lebih dikenal dengan sariawan yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada penderita. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat stres lingkungan pendidikan kedokteran gigi dengan kejadian stomatitis aftosa rekuren pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Jumlah sampel adalah 139 mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas. Sampel dipilih dengan teknik total sampling. Pengukuran tingkat stres menggunakan kuesioner Modified Dental Environment Stress (M-DES), sedangkan penilaian SAR menggunakan kuesioner Recurrent Aphthous Stomatitis Diagnosis (RASDX). Hasil: Tingkat stres dengan kategori “Sedikit Stres” adalah yang paling banyak dialami oleh responden, yaitu sebanyak 87 orang (62,6%). Sebanyak 52 responden (37,4%) menderita SAR. Hasil uji chi-square menunjukkan nilai p = <0,001 (p <0,05) yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan kejadian SAR pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas. Kesimpulan: Tingkat stres akibat lingkungan pendidikan kedokteran gigi memiliki hubungan bermakna dengan kejadian SAR yang dialami mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. drg. Aida Fitriana, M.Biomed; drg. Nurul Rizqina, Sp.BMM
Uncontrolled Keywords: Stres; stomatitis aftosa rekuren; kedokteran gigi; kuesioner RASDX; kuesioner DES
Subjects: R Medicine > RK Dentistry
Divisions: Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi
Depositing User: S1 Kedokteran Gigi
Date Deposited: 13 Apr 2026 07:22
Last Modified: 13 Apr 2026 07:22
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/522133

Actions (login required)

View Item View Item