Alkahfi, Nabiel (2026) Perbedaan Kadar Feritin Serum Berdasarkan Interval Donor Darah Pada Pendonor Darah Lengkap Rutin. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (COVER+ABSTRACT)
COVER+ABSTRACT.pdf - Published Version Download (334kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (262kB) |
|
|
Text (BAB VII)
PENUTUP.pdf - Published Version Download (242kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (238kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
FINAL FULL TEXT_signed.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (11MB) | Request a copy |
Abstract
Pendonor darah lengkap rutin berisiko mengalami penurunan cadangan besi akibat kehilangan besi berulang pada setiap donasi. Feritin serum merupakan penanda terbaik untuk menilai cadangan besi tubuh. Interval donor darah yang terlalu pendek diduga berperan dalam terjadinya penurunan kadar feritin pada pendonor darah lengkap rutin. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perbedaan kadar feritin serum berdasarkan interval donor darah pada pendonor darah lengkap rutin di Unit Transfusi Darah RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan rancangan potong lintang yang melibatkan 60 pendonor darah lengkap dengan menggunakan data sekunder dari UTD RSUP Dr. M. Djamil Padang dan penelitian induk. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi dikelompokkan berdasarkan interval donor darah terakhir menjadi tiga kelompok: ≤3 bulan, >3-<6 bulan, dan ≥6 bulan (masing- masing 20 orang). Kadar feritin diuji menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji lanjutan (post hoc). Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan kadar feritin yang bermakna antar kelompok interval donor darah (p <0,001). Uji post hoc menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok interval ≤3 bulan dan ≥ 6 bulan (p = 0,000), sedangkan antara kelompok interval ≤3 bulan dengan >3-<6 bulan dan >3-<6 bulan dengan ≥6 bulan tidak berbeda bermakna (p = 0,179 dan p = 0,153). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan kadar feritin serum yang bermakna berdasarkan interval donor darah pada pendonor darah lengkap rutin. Pendonor dengan interval donor ≤3 bulan memiliki kadar feritin yang secara signifikan lebih rendah dibandingkan pendonor dengan interval ≥6 bulan. Interval donor yang lebih panjang berhubungan dengan cadangan besi yang lebih baik, sehingga pemantauan feritin dan pengaturan interval donor perlu dipertimbangkan dalam menjaga kesehatan pendonor rutin.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. dr. Zelly Dia Rofinda, Sp.PK, Subsp.B.D.K.T (K), Subsp.H.K (K); dr. Yulistini, M.Med.Ed |
| Uncontrolled Keywords: | feritin serum; interval donor darah; pendonor darah lengkap rutin; cadangan besi |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RB Pathology |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran |
| Depositing User: | S1 Kedokteran Kedokteran |
| Date Deposited: | 06 Apr 2026 03:06 |
| Last Modified: | 06 Apr 2026 03:06 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/522039 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric