VARIASI GENETIK DAN BIOLOGI REPRODUKSI IKAN BUJUK Channa Iucius Cuvier (Actinopterygii: Channidae) PADA HABITAT PERAIRAN YANG BERBEDA DALAM UPAYA DOMESTIKASI

AZRITA, AZRITA (2012) VARIASI GENETIK DAN BIOLOGI REPRODUKSI IKAN BUJUK Channa Iucius Cuvier (Actinopterygii: Channidae) PADA HABITAT PERAIRAN YANG BERBEDA DALAM UPAYA DOMESTIKASI. S3 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Disertasi Fulltext)
OK S3 Disertasi Biologi 2012 Azrita 0931201028.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (11MB)

Abstract

Variasi Genetik dan Biologi Reproduksi Ikan Bujuk (Channa lucius Cuvier) pada Habitat Perairan yang Berbeda dalam Upaya Domestikasi Promotor: Prof. Dr. Dahelmi, M.S. Anggota: Prof. Dr. Ir. Hafrijal Syandri, M.S., Dr. Ir. Estu Nugroho, M.Sc., dan Dr. Syaifullah Ikan bujuk merupakan ikan air tawar yang hidup di perairan umum daratan seperti sungai, rawa banjiran, dan danau. Ikan ini dikonsumsi masyarakat serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Namun, produksi ikan bujuk di beberapa wilayah, seperti Danau Singkarak (Kabupaten Solok dan Tanah Datar, Sumatera Barat), rawa banjiran Desa Pematang Lindung (Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi), dan rawa banjiran Desa Mentulik (Kabupaten Kampar, Riau), mengalami penurunan. Oleh karena itu, diperlukan upaya domestikasi ikan bujuk. Upaya domestikasi akan lebih efektif apabila didukung oleh informasi dasar mengenai variasi genetik, pola pertumbuhan, faktor kondisi, aspek reproduksi, kebiasaan makan, komposisi kimia telur, serta karakteristik habitat. Penelitian ini bertujuan untuk: Menganalisis keragaman genetik ikan bujuk berdasarkan karakter meristik, morfometrik, dan molekuler DNA. Menganalisis aspek biologi reproduksi yang meliputi distribusi ukuran, faktor kondisi, hubungan panjang-bobot, seksualitas, ukuran pertama matang gonad, tipe perkembangan oosit, tingkat kematangan gonad (TKG), dan indeks kematangan gonad (IKG). Menganalisis fekunditas, diameter telur, pola kebiasaan makan, tipe pemijahan, dan sifat telur. Menganalisis komposisi kimia telur pada TKG IV, meliputi proksimat (protein, lemak, karbohidrat, energi), mineral makro dan mikro, vitamin (A, C, E), asam amino, dan asam lemak. Menganalisis kondisi lingkungan perairan pada habitat yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Desember 2010 di tiga lokasi: Danau Singkarak (Sumatera Barat) Rawa banjiran Pematang Lindung (Jambi) Rawa banjiran Mentulik (Riau) Karakter morfometrik diukur menggunakan digital caliper dengan ketelitian 0,10 mm, sedangkan karakter meristik dihitung secara manual. Analisis data menggunakan ANOVA, analisis diskriminan, PCA, dan CCA. Analisis molekuler menggunakan metode ekstraksi DNA phenol-chloroform dan RAPD dengan primer OPA 1–20. Perkembangan gonad dianalisis secara morfologis dan histologis. IKG dihitung dari perbandingan bobot gonad terhadap bobot tubuh. Musim dan lokasi pemijahan ditentukan berdasarkan TKG dan IKG. Pola makan dianalisis dengan Index of Preponderance. Data kimia telur dan kualitas air dianalisis menggunakan ANOVA dan PCA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Karakter morfologi pembeda utama adalah panjang moncong (0,848), panjang rahang atas (0,847), dan panjang sirip pektoral (0,833). Keragaman genetik tergolong tinggi dengan rata-rata heterozigositas 0,3101. Nilai tertinggi terdapat pada populasi Mentulik (0,3668) dan terendah di Danau Singkarak (0,2186). Jarak genetik rata-rata antar populasi sebesar 0,0746, dengan dua kelompok utama terbentuk akibat isolasi geografis. Faktor lingkungan yang paling berpengaruh terhadap morfologi adalah TSS, TDS, dan daya hantar listrik. Pola pertumbuhan ikan bujuk bersifat alometrik negatif. Ukuran pertama matang gonad bervariasi antar lokasi, dengan nilai IKG tertinggi ditemukan pada populasi Mentulik. Fekunditas tertinggi juga ditemukan pada populasi Mentulik, dengan diameter telur lebih besar dibandingkan lokasi lainnya. Tipe pemijahan bersifat partial spawning, dan musim pemijahan terjadi pada awal dan akhir musim hujan. Pola makan menunjukkan bahwa ikan bujuk adalah karnivora predator, dengan makanan utama berupa ikan, serta makanan tambahan seperti udang, anak katak, dan serangga air. Komposisi kimia telur menunjukkan variasi antar habitat, dengan kandungan protein, lemak, vitamin, dan mineral tertinggi umumnya ditemukan pada populasi rawa banjiran. Parameter kualitas air yang membedakan habitat adalah kesadahan, alkalinitas, dan pH. Danau Singkarak memiliki karakteristik perairan yang lebih basa, sedangkan rawa banjiran cenderung bersifat asam. Analisis diskriminan menunjukkan bahwa setiap habitat memiliki karakteristik kualitas air yang berbeda dan membentuk kelompok tersendiri.

Item Type: Thesis (S3)
Supervisors: Prof.Pr. Dahelmi. MS
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Depositing User: Mrs Leni Yurnelis
Date Deposited: 26 Mar 2026 00:57
Last Modified: 26 Mar 2026 00:57
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/521793

Actions (login required)

View Item View Item