EFEKTIVITAS PELAKSANAAN KEBIJAKAN PENANGGULANGAN BENCANA DI PROVINSI SUMATERA BARAT

DANHAS, MARDAYELI (2011) EFEKTIVITAS PELAKSANAAN KEBIJAKAN PENANGGULANGAN BENCANA DI PROVINSI SUMATERA BARAT. S2 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Thesis Fulltext)
OK S2 PascaSarjana Perencanaan Pembangunan 2011 Marda Yeli Danhas 1021206030.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (10MB)

Abstract

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 telah mengubah paradigma penanggulangan bencana di Indonesia dari pendekatan reaktif menjadi proaktif, yaitu penanggulangan bencana yang dimulai sejak sebelum teridentifikasinya potensi bencana di suatu wilayah. Selanjutnya, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008 mengatur kewajiban pemerintah daerah, khususnya pemerintah provinsi, untuk menyusun perencanaan penanggulangan bencana. Provinsi Sumatera Barat telah menyusun Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) dengan visi “Sumatera Barat Siaga, Tangguh, dan Tawakkal dalam Menghadapi Bencana”. Untuk mewujudkan visi tersebut, ditetapkan 3 misi, 5 tujuan, 10 sasaran, dan 23 kebijakan. Namun, setelah penetapan RPB melalui Surat Keputusan Gubernur Nomor 118 Tahun 2008, terjadi dua bencana besar, yaitu gempa bumi 30 September 2009 serta gempa bumi dan tsunami 25 Oktober 2010, yang menunjukkan masih adanya kendala dalam implementasi kebijakan penanggulangan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kebijakan penanggulangan bencana di Provinsi Sumatera Barat serta menilai tingkat ketahanan daerah berdasarkan 22 indikator Hyogo Framework for Action (HFA), yang merupakan kesepakatan internasional yang diprakarsai oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Kobe, Jepang. Berdasarkan hasil analisis tersebut, disusun kebijakan prioritas sebagai alternatif dalam peningkatan penanggulangan bencana di daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui Focus Group Discussion (FGD) dan studi dokumentasi. Analisis efektivitas kebijakan dilakukan berdasarkan tingkat pencapaian sasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efektivitas kebijakan penanggulangan bencana di Provinsi Sumatera Barat berada pada rata-rata 50%. Pencapaian terendah terdapat pada aspek mobilisasi sumber daya, budaya siaga bencana, dukungan fasilitas dan utilitas umum, serta penurunan kerentanan lingkungan. Sementara itu, pencapaian tertinggi terdapat pada pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan penyusunan kawasan pemulihan secara partisipatif. Hasil analisis ketahanan daerah menunjukkan bahwa tingkat ketahanan kabupaten/kota berada pada level 2, sedangkan tingkat provinsi berada pada level 3. Kerentanan utama terletak pada aspek pengkajian risiko (khususnya risiko lintas wilayah), manajemen risiko dan pengurangan kerentanan, kesiapsiagaan dan penanganan darurat (terutama belum tersedianya rencana kontinjensi yang siap digunakan di semua tingkatan pemerintahan), serta aspek pengetahuan dan edukasi terkait kebencanaan. Berdasarkan hasil analisis efektivitas dan tingkat ketahanan daerah, disusun perencanaan yang mencakup 9 kebijakan, 11 strategi, 20 program, dan 50 kegiatan. Kebijakan tersebut merupakan prioritas dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana di Provinsi Sumatera Barat guna meningkatkan kesiapsiagaan dan ketahanan daerah terhadap bencana.

Item Type: Thesis (S2)
Supervisors: Dr. Ir. Febrin Anas Ismail. MT; Prof.Dr.H. Firwan Tan. SE.M.Ec.DEA.lng
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Pascasarjana (S2)
Depositing User: Mrs Leni Yurnelis
Date Deposited: 25 Mar 2026 02:31
Last Modified: 25 Mar 2026 02:31
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/521750

Actions (login required)

View Item View Item