KEHIDUPAN MASYARAKAT TRANSMIGRASI SINGKUT 1 KABUPATEN SAROLANGUN PROVINSI JAMBI (1974-2007)

Adriani, Novi (2012) KEHIDUPAN MASYARAKAT TRANSMIGRASI SINGKUT 1 KABUPATEN SAROLANGUN PROVINSI JAMBI (1974-2007). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Skripsi Full text)
OK S1 Ilmu Budaya 2012 Novi Andriani 06181009.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “Kehidupan Masyarakat Transmigrasi Singkut I Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi (1974–2007)”. Alasan penulis mengambil judul ini adalah untuk melihat awal masuk dan perkembangan transmigrasi di Singkut. Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan dengan metode penelitian dalam ilmu sejarah yang meliputi heuristik, kritik, interpretasi, dan penulisan. Pengumpulan data atau sumber dilakukan dengan dua cara, yaitu studi kepustakaan untuk mendapatkan sumber-sumber tertulis dan studi lapangan dengan teknik wawancara secara langsung dengan tokoh-tokoh yang terlibat. Di lokasi baru, para transmigran mengolah lahan yang telah dibagikan. Pada tahun-tahun pertama sejak 1974, dari hasil pengolahan lahan ini, transmigran mulai dapat meningkatkan perekonomiannya, terutama sejak tahun 1990. Pada awalnya, transmigran Singkut mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Mereka hanya mendapatkan jatah selama satu tahun. Setelah jatah tersebut habis, masyarakat mulai menanam tanaman yang dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, khususnya sejak tahun 1986. Selama mengolah lahan, terdapat sebagian masyarakat yang tidak betah dan kemudian kembali ke daerah asal. Hal ini disebabkan karena kondisi daerah yang masih berupa hutan serta jauh dari kota dan pusat keramaian. Selain itu, lahan yang mereka tanam belum menghasilkan, sehingga sebagian masyarakat yang tidak mampu bertahan memilih kembali ke kampung halaman. Pada tahun 1986, masyarakat mulai menanam karet. Proses penanaman hingga menghasilkan membutuhkan waktu yang cukup lama, dan sekitar tahun 1990 tanaman tersebut baru mulai menghasilkan getah. Untuk mengatasi kekurangan kebutuhan hidup, beberapa tokoh masyarakat bersama pembina transmigrasi menginisiasi pembentukan KUD. Berdirinya KUD sangat membantu dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Seiring berjalannya waktu, kehidupan masyarakat transmigrasi Singkut mengalami perubahan dan peningkatan yang cukup pesat dari tahun ke tahun, sehingga mereka mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Lindayanti M.Hum.; Dra.Eni May, M.Si.
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: Fakultas Ilmu Budaya > S1 Sejarah
Depositing User: Pustakawan Marne Dardanellen
Date Deposited: 17 Mar 2026 05:53
Last Modified: 17 Mar 2026 05:53
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/521711

Actions (login required)

View Item View Item