Ferbiati, Elsa (2010) Usaha Pasangan Suami Istri Tanpa Anak dalam Mempertahankan Keutuhan Perkawinan (Studi Kasus pada Tujuh Keluarga di Kelurahan Durian I, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto). S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (skripsi fulltext)
OK S1 Fisip 2010 Elsa Ferbieti 05191011.pdf - Published Version Download (3MB) |
Abstract
eluarga terbentuk melalui proses pernikahan sebagai penyatuan komitmen antara seorang laki-laki dan perempuan. Melalui pernikahan, pasangan suami istri membangun sebuah keluarga yang umumnya diharapkan bertambah anggota melalui kehadiran anak. Namun, tidak semua keluarga dikaruniai anak, yang dalam banyak kasus dapat menjadi faktor pemicu konflik hingga perceraian. Meskipun demikian, terdapat pasangan yang tetap mampu mempertahankan keutuhan perkawinannya meskipun tanpa kehadiran anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan latar belakang perkawinan, kondisi sosial ekonomi, pola hubungan suami istri, serta upaya yang dilakukan pasangan tanpa anak dalam mempertahankan perkawinan. Penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial dari Peter L. Berger, yang menjelaskan bahwa realitas dalam perkawinan merupakan hasil konstruksi subjektif pasangan yang kemudian membentuk realitas objektif dalam kehidupan rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Lokasi penelitian berada di Kelurahan Durian I, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto. Analisis data dilakukan dengan teknik triangulasi untuk memperoleh validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan yang tidak memiliki anak namun mampu mempertahankan perkawinan umumnya telah menjalani pernikahan lebih dari lima tahun. Persepsi terhadap anak berbeda-beda, di mana pasangan yang tidak mengangkat anak atau tidak melakukan poligami cenderung memandang ketiadaan anak sebagai kondisi yang dapat diterima, sementara pasangan yang mengangkat anak atau melakukan poligami memandang anak sebagai sesuatu yang bernilai penting. Secara sosial ekonomi, informan tergolong dalam kategori keluarga menengah. Pola hubungan yang terbentuk dalam rumah tangga meliputi pola head complement (atas–bawahan) dan senior–junior. Upaya yang dilakukan untuk mempertahankan perkawinan meliputi pengangkatan anak, praktik poligami, serta rasionalisasi terhadap kondisi tidak memiliki anak sebagai sesuatu yang wajar. Hal ini menunjukkan bahwa keberlangsungan perkawinan tidak semata ditentukan oleh kehadiran anak, tetapi juga oleh kemampuan pasangan dalam membangun pemaknaan dan strategi adaptasi dalam kehidupan rumah tangga. Kata kunci: upaya, pasangan suami istri, tanpa anak, mempertahankan perkawinan
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Afrizal MA |
| Uncontrolled Keywords: | usaha, pasangan suami istri, tanpa anak, mempertahankan perkawinan |
| Subjects: | J Political Science > JA Political science (General) J Political Science > JF Political institutions (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Sosiologi |
| Depositing User: | Ms Rahmi Rahmi |
| Date Deposited: | 17 Mar 2026 03:38 |
| Last Modified: | 17 Mar 2026 03:39 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/521691 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric