Analisis Keuntungan Dan Penetapan Harga Jual Kecap Pada Industri Bina Usaha Keluarga Sedep Roso Di Kota Padang

Ramadhani, Fitri (2010) Analisis Keuntungan Dan Penetapan Harga Jual Kecap Pada Industri Bina Usaha Keluarga Sedep Roso Di Kota Padang. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (fulltext)
S1 Pertanian 2010 Fitri Ramadhani 05114046.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (8MB)

Abstract

Penelitian dengan judul Analisis Penentuan Harga Jual Pada Industri Bina Usaha Keluarga Sedep Roso di Kota Padang telah dilaksanakan mulai bulan April 2010 - Mei 2010. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penentuan harga jual produk kecap akibat adanya kenaikan sejumlah harga bahan baku serta menganalisis keuntungan yang diperoleh oleh industri Bina Usaha Keluarga Sedep Roso. Metode yang digunakan adalah studi kasus, dimana metode ini tidak menggunakan sample untuk menggambarkan suatu populasi, tetapi industri Bina Usaha Keluarga Sedep Roso merupakan objek penelitian langsung dijadikan sebagai sumber data, terutama data primer, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terakit yaitu Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat. Untuk mengetahui bagaimana profil industri Bina Usaha Keluarga Sedep Roso digunakan analisa kualitatif. Untuk tujuan pertama yaitu menganalisis harga jual industri Bina Usaha Keluarga Sedep Roso digunakan analisa kuantitatif yaitu dengan menggunakan metode penentuan harga jual normal melalui pendekatan full costing. Tujuan kedua yaitu menganalisis keuntungan yang diperoleh pihak industri selama periode Juni - Novermber 2009 juga digunakan analisa kuantitatif. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa harga jual yang ditetapkan dengan metode full costing untuk periode I adalah sebesar Rp. 31.236,92,-/lusin dengan keuntungan yang diperoleh industri sebesar Rp. 26.731.615,3,-. Pada periode II harga yang ditetapkan secara full costing adalah sebesar Rp. 31.535,55,-/lusin sedangkan keuntungan mengalami penurunan sebesar 5,44%. Pada periode III harga yang ditetapkan secara full costing adalah Rp. 32.193,83-/lusin dan keuntungan mengalami peningkatan sebesar 9,37%. Pimpinan bisa saja menggunakan metode full costing dalam menetapkan harga jual produknya, karena dengan penetapan harga yang ditetapkan pimpinan sudah dapat menutupi biaya produksi. Harga jual full costing lebih rendah dari harga jual menurut pimpinan, disarankan pimpinan mencoba dengan harga jual secara full costing dengan harapan dapat menarik konsumen lebih banyak lagi. Agar tidak terjadinya perbedaan perkiraan pendapatan antara full costing dengan perkiraan pimpinan maka sebaiknya pimpinan membuat pembukuan, sehingga biaya-biaya yang dikeluarkan dapat diketahui dengan tepat.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Syahyana Raesi, M.Sc ; Widya Fitriana,S.P.M.Si
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > S1 Agribisnis
Depositing User: Zakaria Saputra PKL UIN IB 2026
Date Deposited: 27 Feb 2026 04:06
Last Modified: 27 Feb 2026 04:06
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/521151

Actions (login required)

View Item View Item