Maisany, Elsy (2012) PELAKSANAAN BIMBINGAN KLIEN PEMASYARAKATAN OLEH BALAI PEMASYARAKATAN KELAS I PADANG TERHADAP NARAPIDANA YANG MENDAPAT PEMBEBASAN BERSYARAT. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Skripsi Ful Teks)
OK S1 Hukum 2012 Elsy Maisany 05140034.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Usaha-usaha untuk memperbaiki perilaku narapidana untuk kembali menjadi anggota masyarakat yang balk, dilakiikan melalui konsep resosialisasi narapidana di Indonesia. Usaha perbaikan tersebut dilakukan dengan perubahan sistim kepenjaraan kepada sistim pemasyarakatan dengan cara pembinaan dan pembimbingan bagi narapidana. Program pembinaan dilakukan oleh Lembaga Pemasyarakatan yang disingkat dengan LAPAS dan untuk pembimbingan dilakukan oleh Balai Pemasyarakatan yang disingkat dengan BAPAS. Menurut Pasal 6 ayat (3) Undang-Undang nomor 12 tenlang Pemasyarakatan, Bimbingan Kemasyarakatan yang dilaksanakan oleh BAPAS salah satunya dilakukan terhadap terpidana yang mendapat pembebasan bersyarat. Pentingnya peranan BAPAS dalam memberikan bimbingan terhadap para narapidana yang telah memperoleh pelepasan bersyarat, yaitu dengan pemberian pengawasan yang khusus, menjadi latar belalakang dari penulisan skripsi ini. Untuk menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pengawas, tak jarang Balai Pemasyarakatan sering mengalami berbagai macam kendala. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana pelaksanaan bimbingan klien pemasyarakatan, kendala-kendala, serta upaya yang dilakukan BAPAS Kelas I Padang dalara menjalankan program bimbingan terhadap narapidana yang telah mendapatkan pembebasan bersyarat. Dalam penulisan skripsi ini metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis sosiologis artinya pendekatan penelitian yang melihat dan mengkaji peraturan perundang-undangan yang terkait dengan permasalahan dan menghubungkannya dengan kenyataan yang terjadi di lapangan. Hasil penelitian yang dilakukan bahwa cara pembimbingan yang dilakukan oleh BAPAS Kelas I Padang, yaitu: dengan secara langsung (home visit) dan klien datang langsung. Sedangkan untuk bimbingan yang diberikan-BAPAS Kelas I Padang, yaitu: perkelompok dan perorangan. Dari fakta yang ada, maka diperlukan adanya perhatian yang besar dari pemerintah untuk ikut membantu berbagai kendala yang dihadapi oleh BAPAS Kelas I Padang, serta hendaknya ada penyempumaan aturan hukum agar BAPAS Kelas I Padang juga dapat mempunyai kewenangan untuk menindak jika klien tidak mentaati ketentuan.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Fadilah Sabri, S.H., M.H., Yusrida, S.H., M.H. |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > S1 Hukum |
| Depositing User: | Mrs Vivi Irawati |
| Date Deposited: | 10 Feb 2026 07:41 |
| Last Modified: | 10 Feb 2026 07:41 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/520666 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]