Charissa, Putri Jihan (2026) Transnasionalisasi Gerakan 4B dari Korea Selatan ke Amerika Serikat. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (COVER & ABSTRAK)
01. COVER & ABSTRAK..pdf - Published Version Download (319kB) |
|
|
Text (BAB 1)
02. BAB I..pdf - Published Version Download (481kB) |
|
|
Text (BAB V)
03. BAB V..pdf - Published Version Download (280kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
04. DAFTAR PUSTAKA..pdf - Published Version Download (361kB) |
|
|
Text (Skiripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext..pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (6MB) | Request a copy |
Abstract
Kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat pada November 2024 dan pembatalan keputusan Roe v. Wade telah memicu kekhawatiran terhadap hak-hak reproduksi perempuan dan mendorong munculnya adopsi gerakan 4B (Four No's) dari Korea Selatan bertransnasional ke Amerika Serikat, dan menunjukkan fenomena yang membalikkan pola umum difusi feminisme dari Barat ke Timur. Gerakan 4B (Four No's Movement) menolak pacaran, seks, pernikahan, dan melahirkan anak dengan laki-laki sebagai respons terhadap kesenjangan upah gender 36%, kekerasan berbasis gender, dan kebijakan pro-natalis di Korea Selatan. Menggunakan kerangka Transnational Contention dari Sidney Tarrow, penelitian ini menjelaskan proses transnasionalisasi melalui enam mekanisme: global framing, internalization, diffusion, scale shift, externalization, dan transnational coalition formation. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan data sekunder dari artikel jurnal, media massa, dan platform media sosial periode 2017-2024. Temuan menunjukkan bahwa transnasionalisasi dimulai dari domestikasi gerakan di Korea Selatan melalui platform Megalia dan Womad, kemudian mengalami pembingkaian global melalui penerjemahan ideologi oleh diaspora Korea, dan menyebar secara masif melalui TikTok dan Twitter(X) pasca pemilu AS 2024 dengan pencarian Google meningkat 450% dan tweet viral mencapai 17 juta views. Di Amerika Serikat, gerakan ini bertransformasi dari strategi bertahan hidup menjadi pilihan politik yang berfokus pada otonomi tubuh dan hak reproduksi, beresonansi dengan pembatalan Roe v. Wade dan terpilihnya Donald Trump. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa gerakan sosial transnasional di era digital tidak lagi bersifat unidireksional dari Barat ke Timur, melainkan menciptakan arus balik ideologi.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Virtuous Setyaka, S.IP, M.Si; Maryam Jamilah, S.IP, M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | Gerakan 4B; Transnasionalisasi; Feminisme Radikal; Transnational Contention; Korea Selatan; Amerika Serikat |
| Subjects: | J Political Science > JZ International relations |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Hubungan Internasional |
| Depositing User: | S1 Hubungan Internasional |
| Date Deposited: | 30 Jan 2026 08:52 |
| Last Modified: | 30 Jan 2026 08:52 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/520314 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]