Yulandra, Helmi (2026) ANALISIS RISIKO KESEHATAN LINGKUNGAN PAJANAN MERKURI (Hg) DAN KADMIUM (Cd) TERHADAP POLA KONSUMSI IKAN MASAI (Mystacoleucus marginatus) MASYARAKAT KOTA SAWAHLUNTO. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover & Abstrak)
01 Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (446kB) |
|
|
Text (BAB I)
02 BAB I.pdf - Published Version Download (261kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04 Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (201kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
05 Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Download (7MB) |
|
|
Text (BAB V)
03 BAB V.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (218kB) | Request a copy |
Abstract
Aktivitas penambangan pasir dan emas ilegal, area bekas tambang, serta PLTU di sepanjang aliran Sungai Batang Ombilin berpotensi menghasilkan cemaran logam berat yang terakumulasi dalam tubuh ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola konsumsi ikan masai (Mystacoleucus marginatus) di Kota Sawahlunto, menilai risiko kesehatan akibat paparan logam Hg dan Cd berdasarkan data lapangan dan data default, menganalisis nilai Metal Pollution Index (MPI) menggunakan data skunder, menentukan batas aman konsumsi ikan masai, serta memberikan rekomendasi pengelolaan risiko kesehatan bagi masyarakat. Penelitian menggunakan metode observasional dengan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Data pola konsumsi diperoleh dari kuesioner terhadap 100 responden konsumen ikan masai di Nagari Talawi, sedangkan data konsentrasi Hg dan Cd pada ikan dan air diperoleh dari data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ikan masai oleh masyarakat Kota Sawahlunto tergolong jarang (rata-rata 2 kali/bulan) dengan konsumsi harian 5,37 gram dan dominan mengonsumsi bagian daging, analisis risiko kesehatan berdasarkan data default menunjukkan nilai Risk Quotient (RQ) Hg dan Cd >1 pada lokasi Pemukiman dan PLTU sehingga berisiko, namun berdasarkan data konsumsi riil di lapangan seluruh pajanan dinyatakan aman, nilai Metal Pollution Index (MPI) tertinggi ditemukan di lokasi Pemukiman (0,4) dan PLTU (0,3), batas aman konsumsi tertinggi berada di lokasi Bekas Tambang Batubara dengan rata-rata 483,241 gram/hari, serta pengendalian risiko dapat dilakukan melalui teknologi perendaman ikan, penyuluhan masyarakat, dan pengawasan rutin oleh instansi terkait.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Eng. Zulkarnaini, S.Si.,M.T ; Ice Yolanda Puri, S.Si.T, M.Kes, Ph.D |
| Uncontrolled Keywords: | Ikan masai; Analisis Risiko Kesehatan; Risk Quotient; Pola Konsumsi; Kota Sawahlunto. |
| Subjects: | T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Lingkungan |
| Depositing User: | S1 Teknik Lingkungan |
| Date Deposited: | 30 Jan 2026 07:33 |
| Last Modified: | 30 Jan 2026 07:33 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/520248 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric