Uji Kinerja Tungku Biomassa Berbahan Bakar Pelet Cangkang Kakao (Theobroma cacao L.) Berdasarkan SNI 7926:2013

Yudo, Tri Kuncoro (2026) Uji Kinerja Tungku Biomassa Berbahan Bakar Pelet Cangkang Kakao (Theobroma cacao L.) Berdasarkan SNI 7926:2013. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (500kB)
[img] Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (392kB)
[img] Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version

Download (372kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (306kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
05 Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (9MB) | Request a copy

Abstract

Cangkang kakao merupakan biomassa yang melimpah dari industri pengolahan kakao dan berpotensi besar sebagai bahan bakar alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Salah satu pemanfaatan cangkang kakao adalah dengan mengolahnya menjadi biopelet yang digunakan pada tungku biomassa tipe Top-Lit Updraft (TLUD). Penelitian ini bertujuan untuk menguji kualitas biopelet cangkang kakao dari dua variasi, yaitu dengan penambahan 20% perekat tepung tapioka (CT20) dan tanpa perekat (CT0), serta mengevaluasi kinerja tungku biomassa berdasarkan emisi gas buang dan efisiensi. Kualitas biopelet dianalisis berdasarkan parameter kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, kadar karbon tetap, nilai kalor, dan kadar sulfur mengacu pada SNI 8675:2018. Sementara itu, kinerja tungku diukur melalui emisi PM2,5, CO, dan CO2, efisiensi pembakaran, efisiensi termal, serta konsumsi spesifik bahan bakar sesuai SNI 7926:2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kedua variasi biopelet belum sepenuhnya memenuhi persyaratan SNI 8675:2018, terutama pada kadar abu dan nilai kalor. Meskipun demikian, pengujian kinerja tungku menunjukkan hasil yang positif. Emisi PM2,5 dan CO yang dihasilkan dari pembakaran kedua biopelet berada jauh di bawah ambang batas maksimum SNI 7926:2013, dengan nilai rata-rata PM2,5 di bawah 100 mg/kg dan CO di bawah 5 g/kg. Analisis statistik menunjukkan bahwa penambahan perekat memiliki pengaruh signifikan terhadap emisi CO dan CO₂. Kesimpulannya, biopelet cangkang kakao berpotensi menjadi bahan bakar alternatif dengan emisi yang rendah. Namun, diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas biopelet, seperti mengoptimalkan komposisi bahan atau meningkatkan efisiensi pembakaran tungku, untuk mencapai standar yang lebih tinggi.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Ir. Fadjar Goembira, S.T., M.Sc ; Ir. Taufiq Ihsan, S.T., M.T., Ph.D., IPM
Uncontrolled Keywords: Biopelet cangkang kakao; PM2,5; CO; CO2; tungku biomassa TLUD
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Lingkungan
Depositing User: S1 Teknik Lingkungan
Date Deposited: 30 Jan 2026 03:19
Last Modified: 30 Jan 2026 03:19
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/520084

Actions (login required)

View Item View Item