ANALISIS KANDUNGAN LEMPUNG, SUSEPTIBILITAS MAGNETIK TANAH, DAN HUBUNGAN KEDUANYA PADA DUA LERENG BERPOTENSI LONGSOR BERBEDA (Studi Kasus Di Nagari Aie Dingin Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok Sumatera Barat)

Putri, Yunita (2026) ANALISIS KANDUNGAN LEMPUNG, SUSEPTIBILITAS MAGNETIK TANAH, DAN HUBUNGAN KEDUANYA PADA DUA LERENG BERPOTENSI LONGSOR BERBEDA (Studi Kasus Di Nagari Aie Dingin Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok Sumatera Barat). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan abstrak.pdf - Published Version

Download (784kB)
[img] Text (BAB 1 (Pendahuluan))
BAB 1 skripsi.pdf - Published Version

Download (261kB)
[img] Text (BAB akhir (Penutup/Kesimpulan))
BAB 5 skripsi.pdf - Published Version

Download (251kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA skripsi.pdf - Published Version

Download (369kB)
[img] Text (Tugas Akhir fulltext)
Skripsi full.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Kandungan lempung dan suseptibilitas magnetik tanah merupakan parameter dalam penentuan awal potensi longsor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan lempung, suseptibilitas magnetik tanah dan hubungan keduanya pada dua lereng berpotensi longsor berbeda di Nagari Aie Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok. Kedua lereng mempunyai kondisi yang berbeda yaitu tanpa vegetasi dengan kemiringan 30,0° dan bervegetasi dengan kemiringan 13,49°. Pada setiap lereng sampel diambil pada tiga titik (atas, tengah, bawah) masing-masing pada kedalaman yaitu 25 cm, 75 cm, dan 125 cm. Penentuan kandungan lempung dilakukan melalui metode hidrometer dan pengukuran nilai suseptibilitas magnetik menggunakan Bartington MS2 Susceptibility Meter. Hasil menunjukkan bahwa kandungan lempung pada Lereng A yaitu berkisar antara 19,7%-42,3%, dengan nilai suseptibilitas magnetik sebesar 6,6×10⁻⁵–117,6×10⁻⁵ SI. Kandungan lempung pada Lereng B yaitu 12,7%–29,8%, dengan nilai suseptibilitas magnetik sebesar 14,6×10⁻⁵-239,0×10⁻⁵ SI. Analisis regresi linier menunjukkan bahwa nilai suseptibilitas magnetik memiliki hubungan negatif terhadap kandungan lempung, pada Lereng A diperoleh koefisien determinasi R²=0,427, dan pada Lereng B diperoleh koefisien determinasi R²=0,796. Pola ini menunjukkan bahwa pelapukan yang tinggi pada tanah cenderung memiliki nilai suseptibilitas magnetik rendah, serta kandungan lempung yang lebih tinggi, yang berpengaruh terhadap kestabilan lereng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lereng A memiliki potensi longsor lebih besar dibandingkan lereng B.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Arif Budiman, M.Si
Uncontrolled Keywords: Longsor; Kandungan Lempung; Suseptibilitas Magnetik; Lereng
Subjects: Q Science > QC Physics
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > S1 Fisika
Depositing User: S1 Fisika Fisika
Date Deposited: 29 Jan 2026 11:43
Last Modified: 29 Jan 2026 11:43
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/519925

Actions (login required)

View Item View Item