Efektivitas Jadam Microbial Solution (JMS) terhadap Kualitas Kompos dari Tandan Kosong Kelapa Sawit Menggunakan Komposter Aerob dan Anaerob

Nadima, Aazne Rezeqi (2026) Efektivitas Jadam Microbial Solution (JMS) terhadap Kualitas Kompos dari Tandan Kosong Kelapa Sawit Menggunakan Komposter Aerob dan Anaerob. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (202kB)
[img] Text (BAB I PENDAHULUAN)
Bab I.pdf - Published Version

Download (180kB)
[img] Text (BAB V KESIMPULAN DAN SARAN)
Bab V.pdf - Published Version

Download (148kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (176kB)
[img] Text (SKRIPSI FULLTEXT)
Skripsi Full.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (977kB) | Request a copy

Abstract

Industri kelapa sawit di Indonesia terus berkembang dan menghasilkan limbah padat berupa tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dalam volume besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Tingginya rasio C/N pada TKKS menghambat proses dekomposisi alami, sehingga diperlukan teknologi pengomposan untuk menurunkan rasio tersebut agar nutrisi di dalamnya dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Salah satu strategi mempercepat pengomposan adalah menggunakan bioaktivator Jadam Microbial Solution (JMS) yang berbasis mikroorganisme lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas JMS terhadap kualitas kompos TKKS serta menentukan metode pengomposan yang lebih efektif. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu metode pengomposan (aerob dan anaerob) dan dosis JMS (0,75 L dan 1,25 L). Variabel pengamatan meliputi warna, suhu, kadar air, pH, C-organik, N-total, P-total, K-total, dan rasio C/N. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan JMS memberikan pengaruh nyata terhadap parameter kadar air, N-total, P-total, dan K-total. Peningkatan dosis JMS dari 0,75 L menjadi 1,25 L dapat meningkatkan kadar hara makro dan meningkatkan kadar air kompos. Metode pengomposan aerob terbukti lebih efektif dibandingkan metode anaerob dalam menghasilkan kompos berkualitas. Meskipun metode anaerob menghasilkan kandungan hara (N, P, K) yang lebih tinggi, kompos yang dihasilkan secara fisik tidak memenuhi standar karena kadar airnya melebihi 25%. Sebaliknya, metode aerob menghasilkan kompos dengan karakteristik fisik dan kimia yang memenuhi standar mutu, sehingga lebih siap diaplikasikan ke lahan pertanian. Berdasarkan temuan ini, penerapan metode pengomposan aerob dengan penambahan bioaktivator JMS direkomendasikan sebagai solusi efisien dalam pengelolaan limbah menjadi pupuk organik yang berkualitas.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dewi Rezki, S.P., M.P.; Nike Karjunita, S.P., M.Si.
Uncontrolled Keywords: Lignoselulosa; Mikroorganisme Lokal; Pupuk Organik
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > S1 Agroekoteknologi
Depositing User: S1 Agroekoteknologi Agroekoteknologi
Date Deposited: 30 Jan 2026 07:26
Last Modified: 30 Jan 2026 07:26
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/519874

Actions (login required)

View Item View Item