Pengaruh Penggunaan Tepung Maggot BSF (Hermetia illucens) Dalam Ransum Terhadap Laju Pertumbuhan, Bobot Badan Akhir, Persentase Lemak Abdomen dan BEP (Break Even Point) Pada Itik Raja

Rahima, Tessa (2026) Pengaruh Penggunaan Tepung Maggot BSF (Hermetia illucens) Dalam Ransum Terhadap Laju Pertumbuhan, Bobot Badan Akhir, Persentase Lemak Abdomen dan BEP (Break Even Point) Pada Itik Raja. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (44kB)
[img] Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (155kB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf

Download (242kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version

Download (27kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
Skripsi Fulltextt.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (807kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung maggot BSF (Hermetia illucens) terhadap laju pertumbuhan, bobot akhir, persentase lemak abdomen dan BEP (Break Even Point) pada itik Raja. Penelitian ini menggunakan 80 ekor itik Raja yang ditempatkan pada 20 unit kandang berukuran 70 cm × 70 cm × 80 cm dengan 4 ekor per kandang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan dengan penggunaan tepung maggot BSF sebanyak 0%, 3,75%, 7,5%, 11,25%, dan 15% dari total kebutuhan ransum. Parameter yang diamati meliputi laju pertumbuhan, bobot akhir, persentase lemak abdomen, dan analisis BEP (Break Even Point). Berdasarkan hasil analisis data, penggunaan tepung maggot BSF (Hermetia illucens) hingga level 15% dalam ransum selama 6 minggu penelitian berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap laju pertumbuhan itik Raja yang berkisar 0,278, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot akhir dan persentase lemak abdomen. Pada penelitian ini diperoleh rataan bobot akhir sebesar 1362,188 g/ekor dan rataan persentase lemak abdomen sebesar 0,748% dengan perlakuan terbaik diperoleh pada level penggunaan 3,75% tepung maggot BSF (Hermetia illucens). Sedangkan, analisis BEP (Break Even Point) menunjukkan bahwa usaha pemeliharaan itik Raja tercapai pada periode ke-6 pemeliharaan.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Ir. Tertia Delia Nova, Msi ; Prof. Dr. Ir. James Hellyward, MS, IPU, ASEAN, Eng, APEC, Eng
Uncontrolled Keywords: BEP, Bobot Akhir, Itik Raja, Laju Pertumbuhan, Persentase Lemak Abdomen, Tepung maggot BSF.
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Fakultas Peternakan > S1 Peternakan
Depositing User: S1 Peternakan Peternakan
Date Deposited: 30 Jan 2026 08:23
Last Modified: 30 Jan 2026 08:23
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/519748

Actions (login required)

View Item View Item