Kheir, Fakhriza (2012) PERAN PENYIDIK DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA NARKOTIKA (STUDI DI WILAYAH HUKUM POLRESTA PADANG). S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Full Text)
OK S1 Hukum 2012 Fakhriza Kheir 06940056.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Untuk Mewujudkan Masyarakat Indonesia Yang Sejahtera, Adil Dan Makmur Berdasarkan Pancasila Dan Undang-Undang Dasar 1945, Maka Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia Sebagai Modal Pembangunan Nasional Perlu Ditingkatkan Termasuk Derajat Kesehatannya. Ketersediaan Narkotika Dan Obat-Obatan Jenis Tertentu Sangat Dibutuhkan Untuk Kepentingan Pengobatan Dan Ilmu Pengetahuan. Namun Jika Disalahgunakan Dan Tidak Sesuai Dengan Standar Pengobatan Dapat Menimbulkan Akibat Yang Merugikan Bagi Penggunanya. Pada Dasarnya Keberadaan Dan Peredaran Narkotika Di Indonesia Bila Ditinjau Dari Aspek Yuridis Adalah Sah Keberadaanya, Undang-Undang Nomor. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Hanya Melarang Penggunaan Narkotika Tanpa Izin. Akan Tetapi Pada Kenyataannya Penggunaan Narkotika Sering Disalahgunakan Bukan Untuk Kepentingan Pengobatan Dan Ilmu Pengetahuan. Dengan Dikeluarkannya Undang-Undang Nomor. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Yang Didalamnya Diatur Tentang Sanksi Pidana Dan Hal-Hal Yang Dibolehkan, Diharapkan Penyidik Mampu Menanggulangi Tindak Pidana Narkotika Dalam Rangka Proses Penegakan Supremasi Hukum. Permasalahan Yang Dibahas Dalam Skripsi Ini Adalah: Bagaimana Langkah-Langkah Penyidik Dalam Mengatasi Tindak Pidana Narkotika Dan Apa Saja Hambatan Atau Kendala Yang Ditemui Penyidik Dalam Penyelesaian Tindak Pida Narkotika. Metode Penelitian Adalah Metode Pendekatan Yang Bersifat Yuridis Sosiologis. Hasil Penelitian Yang Dilakukan Dapat Disimpulkan Bahwa Langkah-Langkah Yang Dilakukan Penyidik Diantaranya: Langkah Pencegahan, Seperti Melakukan Sosialisasi Terhadap Bahaya Dan Dampak Dari Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkotika Serta Melakukan Razia Atau Sweeping Terhadap Tempat-Tempat Yang Diduga Rawan Terhadap Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkotika. Selanjutnya Penyidik Juga Melakukan Langkah Penindakan Atau Pemberantasan Dengan Menggunakan Jasa Infortnan. Setelah Informasi Didapat Dari Informan Lalu Dilakukan Langkah-Langkah, Diantaranya Pengamatan, Pembuntutan, Pembelian Terselubung, Rencana Pelaksanaan Penggerebekan, Melakukan Tes Urin Dan Mengintrogasi Tersangka, Melakukan Penyitaan Dan Pemeriksaan Sampel Barang Bukti Serta Memeriksa Saksi-Saksi. Untuk Perbaikan Dalam Penegakan Hukum Narkotika Kedepan, Perlu Dilakukan: Penambahan Jumlah Personil Dan Anggaran Operasional, Dibutuhkan Pembangunan Laboratorium Khusus Untuk Pemeriksaan Sampel Barang Bukti, Dan Lebih Mengutamakan Langkah Pencegahan Daripada Langkah Penindakan
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Shita Agustina SH.MH Hj. Tennofrimer SH.MH |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > S1 Hukum |
| Depositing User: | Suci Rahmadani PKL UIN IB 2026 |
| Date Deposited: | 29 Jan 2026 06:47 |
| Last Modified: | 29 Jan 2026 06:47 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/519689 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric