Hasan, Fadilah (2025) Penyebab Pemilik Cafe Membuka Usaha Di Lokasi Rawan Bencana Alam Di Kelurahan Bukit Gado-gado. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (cover & abstrak)
cover_merged.pdf - Published Version Download (265kB) |
|
|
Text (BAB 1 Pendahuluan)
Bab 1 saja.pdf - Published Version Download (392kB) |
|
|
Text (BAB 4 Penutup)
bab 4 penutup.pdf - Published Version Download (177kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar pustaka.pdf - Published Version Download (132kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penyebab pemilik cafe membuka dan mempertahankan usaha di kawasan Bukit Gado-Gado, Kota Padang. Berdasarkan penelitian sebelumnya oleh Dumansari (2008) kawasan Bukit Gado Gado tidak layak didirikan bangunan karena tingkat kemiringan tanah di Kelurahan Bukit Gado-Gado sekitar > 45% sehingga kawasan tersebut tidak layak untuk dijadikan pemukiman. Bukit Gado-Gado berkembang menjadi kawasan pariwisata sejak tahun 2017 setelah jalan penghubung antara Bukit Gado-Gado ke Pantai Air Manis selesai dibangun. Mencapai tujuan penelitian, dilakukan wawancara mendalam kepada tiga orang informan pelaku yaitu pemilik cafe dan empat orang informan pengamat yaitu Ketua RW 01 Kelurahan Bukit Gado-Gado, Lurah Bukit Gado-Gado, Pegawai DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kota Padang, pengunjung cafe dan Seketaris BPBD Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen. Teori yang digunakan adalah interaksionisme simbolik Hebert Blumer untuk mendeskripsikan penyebab pemilik cafe mendirikan bangunan di lokasi rawan bencana. Informan penelitian diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan beberapa temuan yaitu pertama, masyarakat di kawasan bukit gado-gado telah menempati lahan sejak zaman Belanda, sehingga bangunan yang dikuasai oleh masyarakat setempat secara legalitas tidak jelas. Dalam kasus lainnya, ada juga pemilik cafe yang menempati lahan kepemilikan orang lain atas dasar relasi sosial. Dalam segi bangunan yang dimiliki pemilik cafe tidak memiliki izin namun memiliki sertifikat izin usaha. Hal ini disebabkan karena adanya pembangunan akses jalan menuju Pantai Air Manis sehingga masyarakat berkeinginan membangun usaha disepanjang jalan baru ini. Selain itu, adanya kemudahan dalam mendaftarkan izin usaha melalui online dan tidak memakan waktu yang lama. Kedua, lokasi cafe yang memiliki daya tarik visual dan makna mendalam bagi pihak yang berinteraksi didalamnya, mampu menarik pengunjung sekaligus sebagai simbol identitas usaha masyarakat sekitar. Sehingga dari temuan penelitian, pemilik cafe mempertimbangkan aspek ekonomi dalam mempertimbangkan pendirian bangunan di lokasi rawan bencana alam.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. Afrizal, MA |
| Uncontrolled Keywords: | Bukit Gado-Gado; Hak Atas Tanah; IMB/PBG; Makna Tempat |
| Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Sosiologi |
| Depositing User: | S1 Sosiologi Sosiologi |
| Date Deposited: | 29 Jan 2026 08:15 |
| Last Modified: | 29 Jan 2026 08:15 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/519642 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]