Imam, Khairul (2026) ANALISIS YURIDIS TERHADAP PEMBERIAN SUAKA DIPLOMATIK BERDASARKAN HUKUM INTERNASIONAL DAN HUKUM REGIONAL AMERIKA LATIN.(Studi: Pemberian Suaka Diplomatik Terhadap Jorge Glas oleh Kedutaan Besar Meksiko di Ekuador Tahun 2024). S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
1. COVER & ABSTRAK.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (Pendahuluan)
2. BAB 1- PENDAHULUAN.pdf - Published Version Download (409kB) |
|
|
Text (Penutup)
3. BAB IV- PENUTUP.pdf - Published Version Download (197kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
4. DAFTAR PUSTAKA_compressed.pdf - Published Version Download (182kB) |
|
|
Text (Skripsi Full)
5. SKRIPSI FULL.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Suaka diplomatik merupakan perlindungan yang diberikan oleh perwakilan diplomatik suatu negara kepada individu yang berada dalam bahaya atau ancaman. Praktik suaka diplomatik tidak diakui dalam hukum internasional universal sebagaimana yang dijelaskan oleh Mahkmah Internasional pada putusannya dalam Kasus Haya De La Torre tahun 1950. Namun praktik ini diakui oleh negara-negara Amerika Latin dengan membentuk Konvensi Havana 1928 tentang Suaka, Konvensi Montevideo 1933 tentang Suaka Politik, dan Konvensi Caracas 1954 tentang Suaka Diplomatik. Dalam kasus Jorge Glas di Kedutaan Besar Meksiko untuk Ekuador, pemberian suaka diplomatik menimbulkan ketegangan akibat perbedaan pandangan antara Meksiko dan Ekuador terhadap sifat kejahatan yang dilakukan oleh Jorge Glas. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini berfokus pada dua hal. Pertama, bagaimana pengaturan pemberian suaka diplomatik dalam hukum internasional dan hukum regional Amerika Latin. Kedua, bagaimana pemberian suaka diplomatik kepada Jorge Glas oleh Kedutaan Besar Meksiko untuk Ekuador ditinjau dari hukum internasional dan hukum regional Amerika Latin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif yang bersifat deskriptif, pendekatan perundang-undangan serta kasus dan kemudian diolah secara deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian menyimpulkan bahwa meskipun tidak terdapat satu pun instrumen hukum internasional yang secara eksplisit mengatur pemberian suaka diplomatik, Pasal 41 ayat (3) Konvensi Wina 1961 memungkinkan praktik tersebut dilakukan apabila terdapat perjanjian khusus antarnegara. Di kawasan Amerika Latin, pengaturan mengenai pemberian suaka diplomatik dimuat dalam Konvensi Havana 1928, Konvensi Montevideo 1933, dan Konvensi Caracas 1954. Suaka diplomatik tidak dapat diberikan kepada individu yang melakukan kejahatan umum, dan hanya boleh diberikan kepada individu yang keselamatannya terancam karena alasan politik sebagaimana diatur dalam Pasal 1 dan 2 Konvensi Havana, Pasal 1 Konvensi Montevideo, serta Pasal 1 dan 3 Konvensi Caracas. Dalam kasus Jorge Glas, Ekuador menganggap bahwa kejahatan yang dilakukan Jorge Glas merupakan murni kejahatan umum, sedangkan Meksiko menilai terdapat unsur politik dibaliknya. Kewenangan untuk menentukan sifat pelanggaran tersebut berada di tangan Meksiko sebagai negara pemberi suaka, sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Konvensi Montevideo dan Pasal 4 Konvensi Caracas. Berdasarkan hal tersebut Meksiko memutuskan untuk memberikan suaka diplomatik kepada Jorge Glas.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Delfiyanti, S.H., M.H. Sri Asih Roza Nova, S.H., M.H. |
| Uncontrolled Keywords: | Analisis Yuridis; Suaka Diplomatik; Jorge Glas; Kedutaan Besar Meksiko di Ekuador; Hukum Internasional. |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > S1 Hukum |
| Depositing User: | S1 Hukum Hukum |
| Date Deposited: | 29 Jan 2026 04:01 |
| Last Modified: | 29 Jan 2026 04:01 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/519467 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric