Gusti, Melani (2026) Pengaruh Pemberian Beberapa Konsentrasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) terhadap Serapan Hara N, P, dan K serta Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) pada Ultisol. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (227kB) |
|
|
Text (Pendahuluan)
BAB I.pdf - Published Version Download (316kB) |
|
|
Text (Kesimpulan)
BAB V.pdf - Published Version Download (206kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (423kB) |
|
|
Text (Skripsi full text)
Skripsi Full Text_Melani Gusti_2010231021.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Ultisol merupakan tanah masam dengan ketersediaan unsur hara makro yang relatif rendah sehingga berpotensi membatasi pertumbuhan dan produksi bawang merah. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah aplikasi pupuk hayati Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) berbasis konsorsium mikroba yang terdiri atas bakteri dan jamur, yang berperan dalam meningkatkan ketersediaan dan serapan hara serta menghasilkan fitohormon seperti auksin, giberelin, dan sitokinin yang mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh berbagai konsentrasi PGPR terhadap serapan hara nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), serta produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.) pada Ultisol. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Limau Manis, Padang, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan empat ulangan, yaitu konsentrasi PGPR 0, 10, 20, dan 30 ml/L. PGPR diaplikasikan sebanyak tiga kali, yaitu pada umur 1, 3, dan 5 minggu setelah tanam (MST), dengan volume larutan 10.417 L/ha sehingga dosis perlakuan setara dengan 0; 104,17; 208,33; dan 312,50 L/ha pada setiap aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian PGPR dapat meningkatkan serapan hara N, P, dan K serta produksi bawang merah, dengan konsentrasi 20 ml/L memberikan hasil terbaik. Dibandingkan dengan kontrol, serapan N meningkat dari 3,65 kg/ha menjadi 19,85 kg/ha, serapan P dari 0,80 kg/ha menjadi 2,77 kg/ha, dan serapan K dari 11,63 kg/ha menjadi 30,03 kg/ha, serta menghasilkan bobot segar umbi dari 4,16 ton/ha menjadi 6,22 ton/ha dan bobot kering umbi dari 3,67 ton/ha menjadi 5,10 ton/ha. Nilai produksi tersebut masih berada dalam kisaran produksi bawang merah pada lahan Ultisol, meskipun produktivitas belum mencapai potensi maksimum varietas. Sehingga konsentrasi PGPR 20 ml/L yang diaplikasikan tiga kali merupakan dosis yang paling efektif pada kondisi penelitian ini.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Ir. Agustian; Prof. Dr. Ir. Hermansah, MS., M.Sc; Dr. Ir. Teguh Budi Prasetyo, MS |
| Uncontrolled Keywords: | Bawang Merah; Fitohormon; Konsorsium Mikroba; PGPR; Ultisol |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > S1 Ilmu Tanah |
| Depositing User: | S1 Ilmu Tanah |
| Date Deposited: | 29 Jan 2026 01:34 |
| Last Modified: | 29 Jan 2026 01:34 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/519370 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric