Analisis Prediktif Kadar Feritin, Nilai Hematokrit, dan Immature Platelet Fraction terhadap Derajat Keparahan Dengue

Utomo, Satria (2026) Analisis Prediktif Kadar Feritin, Nilai Hematokrit, dan Immature Platelet Fraction terhadap Derajat Keparahan Dengue. Spesialis thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. cover dan abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (626kB)
[img] Text (02. Bab 1)
02. Bab 1.pdf - Published Version

Download (493kB)
[img] Text (03. Penutup)
03. Penutup.pdf - Published Version

Download (426kB)
[img] Text (04. daftar pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (426kB)
[img] Text (05. tesis fulltext-1)
05. Tesis fulltext-1.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Latar belakang: Severe dengue menyebabkan komplikasi serius hingga kematian. Penanda laboratorium yang mampu memprediksi derajat keparahan dengue sangat penting dalam manajemen klinis awal. Tujuan: Mengetahui nilai prediktif feritin, hematokrit, dan immature platelet fraction terhadap derajat keparahan dengue. Metode: Penelitian analitik dengan rancangan potong lintang dilakukan di RS Universitas Andalas sejak Agustus 2024 hingga Februari 2025. Parameter yang dianalisis meliputi kadar feritin (metode ELFA), nilai hematokrit dan IPF menggunakan alat hematologi otomatis. Analisis prediktif hematokrit dan IPF dilakukan dengan penentuan cut off berdasarkan Indeks Youden dan kurva ROC, sedangkan analisis prediktif feritin menggunakan tabel 2x2. Hasil: Median usia subjek 21 (18-55) tahun, 53,5% diantaranya laki-laki. Sebanyak 86% adalah kelompok non severe dengue dan 90,7% mengalami hiperferitinemia. Rerata hematokrit 42 (4) % dan IPF 8,3 (3,9) %. Rerata nilai hematokrit pada kelompok severe dan non severe adalah 45,5 (3,53) % vs 41,7 (3,72) % sedangkan IPF adalah 13,3 (4,13) % vs 7,5 (3,25) %. Tidak terdapat perbedaan signifikan prevalensi hiperferitinemia berdasarkan derajat keparahan dengue (p=1,000). Hematokrit dan IPF berbeda secara signifikan antara severe dan non severe dengue (p=0,023 dan p<0,001). Analisis prediktif hiperferitinemia menunjukan sensitivitas 100%, spesifisitas 10,8% dan akurasi 23,3%. Analisis kurva ROC menunjukkan nilai cut off IPF ≥11,9%, memiliki AUC=0,876, sensitivitas 83,3%, dan spesifisitas 86,5%. Nilai cut off hematokrit ≥41,65% memiliki AUC=0,761, sensitivitas 100%, dan spesifisitas 51,4%. Kesimpulan: Analisis prediktif nilai IPF untuk memprediksi derajat keparahan dengue lebih baik daripada nilai hematokrit dan hiperferitinemia.

Item Type: Thesis (Spesialis)
Supervisors: Dr. dr. Efrida, Sp.PK, Subsp.I.K (K), M.Kes; dr. Elfira Yusri, M.MRS, Sp.PK, Subsp.H K(K)
Uncontrolled Keywords: dengue; feritin; hematokrit; immature platelet fraction; keparahan dengue
Subjects: R Medicine > RB Pathology
Divisions: Fakultas Kedokteran > Sp-1 Patologi Klinis
Depositing User: Sp-1 Kedokteran Kedokteran
Date Deposited: 29 Jan 2026 01:52
Last Modified: 29 Jan 2026 01:52
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/519357

Actions (login required)

View Item View Item