Jamarun dan Intan Mara: Cerminan Orang Siak dan Parewa Dalam Masyarakat Sumpur Kudus Sijunjung (1950-2003)

Sukmawati, Peggy Indah (2025) Jamarun dan Intan Mara: Cerminan Orang Siak dan Parewa Dalam Masyarakat Sumpur Kudus Sijunjung (1950-2003). S2 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (173kB)
[img] Text (02. Bab I)
02. Bab I- Word.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (03. Bab IV)
03. Bab IV.pdf - Published Version

Download (118kB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (05. Thesis Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang “Jamarun dan Intan Mara: Cerminan Orang Siak dan Parewa Dalam Masyarakat Sumpur Kudus Sijunjung (1950-2003).” Terdapat dua figur ayah dengan latar belakang yang berbeda, pertama keluarga Jamarun. Kedua, keluarga Intan Mara. Dua keluarga ini menarik dikaji mengingat peran yang dimainkan masing-masing keluarga tersebut yang berbeda model dan caranya dalam mendidik anak-anak mereka. Jamarun dan Intan Mara berasal dari keluarga pedagang. Namun, jalan usaha anak-anaknya tidak sama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, yang mana langkah-langkahnya adalah: heuristik (tahap pengumpulan data), kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Penelitian ini menggunakan sumber-sumber primer yaitu berupa arsip seperti foto-foto sezaman. Selain itu dilakukan pula wawancara dengan anggota keluarga Jamarun dan Intan Mara, meliputi: anak-anaknya, kemanakan, dan orang-orang yang mengenal mereka semasa hidup. Dari hasil penelitian, beberapa data yang diperoleh sebagai berikut: Jamarun dan Intan Mara adalah teman sejawat. Mereka menjadi pedagang sukses ternama yang berasal dari Kecamatan Sumpur Kudus. Jika Jamarun sukses berdagang gambir, karet dan kain dari Nagari Silantai, Intan Mara juga pedagang sukses berdagang gambir, karet dan kain yang berasal dari Nagari Mangganti. Dunia perdagangan sangat menyita waktu Jamarun dan Intan Mara, terutama ketika mereka keluar kota. Satu hal yang membedakan Jamarun dan Intan Mara adalah berbekal pendidikan surau. Jamarun memahami ilmu agama, menjadikan Jamarun sosok yang arif dan bijaksana, apa yang dilakukan Jamarun tidak lepas dari pondasi yang ia pegang. Intan Mara besar di lapau. Kedua hal itu menjadikan mereka bertolak belakang dimana kesuksesan yang ia dapatkan digunakan untuk kesenangan pribadi, menikah lagi dan memiliki istri, kepentingan anak di kesampingkan. Pada konteks ini, Jamarun dapat dilihat sebagai orang siak, sedangkan Intan Mara lebih menampakkan sisi kehidupan parewa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Jamarun dan Intan Mara adalah seorang kepala keluarga yang berbeda watak dan tingkah laku dalam membina keluarganya. Jamarun membesarkan anak-anaknya dengan ikut langsung didalam keseharian mereka. Sedangkan Intan Mara berpegang dalam prinsip “anak di pangku kemenakan dibimbing”. Sebuah pepatah Minangkabau yang memiliki arti tanggung jawab terhadap anak kandung dan tanggung jawab Mamak (saudara laki-laki ibu) terhadap kemenakannya (anak dari saudara perempuan).

Item Type: Thesis (S2)
Supervisors: Dr. Nopriyasman, M.Hum; Dr. Zulqaiyyim, M.Hum
Uncontrolled Keywords: keluarga; orang siak; parewa; Sumpur Kudus; Sijunjung
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
D History General and Old World > D History (General)
H Social Sciences > H Social Sciences (General)
L Education > LA History of education
Divisions: Fakultas Ilmu Budaya > S2 Kajian Sejarah
Depositing User: S2 Kajian Sejarah
Date Deposited: 28 Jan 2026 09:17
Last Modified: 28 Jan 2026 09:17
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/519174

Actions (login required)

View Item View Item