Studi Termodinamika Aktivitas Antioksidan, Toksisitas Dan Farmakokinetika Molekul Senyawa Fenolik Ekstrak Daun Matoa (Pometia pinnata)

Novy, Cristhina Nababan (2025) Studi Termodinamika Aktivitas Antioksidan, Toksisitas Dan Farmakokinetika Molekul Senyawa Fenolik Ekstrak Daun Matoa (Pometia pinnata). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
cover abstrak esk.pdf - Published Version

Download (975kB)
[img] Text (BAB 1 (Pendahuluan))
pendahuluan.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB Akhir (Penutup/Kesimpulan))
bab akhir-1.pdf - Published Version

Download (417kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
bab akhir-2-5.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
skripsi novy fikss_merged.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Matoa (Pometia pinnata) merupakan tanaman kaya akan metabolit sekunder seperti flavonoid dan fenolik. Senyawa tersebut memiliki aktivitas biologis penting, terutama sebagai antioksidan yang mampu menetralisir radikal bebas penyebab berbagai penyakit degeneratif. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji secara teoritis potensi senyawa fenolik utama dalam ekstrak daun matoa yaitu epigalokatekin, apigenin, vanilin, dan asam vanilat dalam aktivitas antioksidan, toksisitas, farmakokinetika, serta parameter obatnya melalui pendekatan kimia komputasi dalam fasa gas dan pelarut air serta etil asetat. Metode yang digunakan mencakup optimasi struktur molekul menggunakan Density Functional Theory (DFT) dengan basis set B3LYP/6-31G melalui perangkat lunak Gaussian 16W. Analisis dilakukan terhadap sifat termodinamika termasuk perhitungan parameter reaktivitas global, mekanisme penghambatan radikal (HAT, SET-PT, dan SPLET), nilai pKa, serta profil toksisitas dan farmakokinetika menggunakan perangkat lunak Marvin Sketch dan OSIRIS Property Explorer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh senyawa memiliki aktivitas antioksidan yang signifikan dengan karakteristik yang berbeda. Apigenin merupakan senyawa paling reaktif dengan nilai bandgap terendah sebesar 4,0828 eV dan momen dipol tertinggi 7,0248 Debye. Senyawa ini juga memiliki elektrofilisitas tertinggi yaitu sebesar 4,1797 eV yang menunjukkan kecenderungan tinggi dalam menangkap radikal bebas. Epigalokatekin memiliki nilai BDE terendah pada posisi C5’ sebesar 1612,916 kJ/mol yang menunjukkan efisiensi lebih tinggi dalam mekanisme HAT melalui pelepasan atom hidrogen. Semua molekul lebih mudah melepas H radikal dalam pelarut air dan etil asetat dibanding fasa gas. Analisis nilai pKa menunjukkan variasi antar senyawa dan posisi gugus hidroksil. Vanilin dan apigenin memiliki nilai pKa mendekati pH fisiologis, yaitu masing-masing 7,81 (C4) dan 7,28 (C5) yang mendukung kemampuan berionisasi dalam kondisi fisiologis. Evaluasi farmakokinetika memperlihatkan bahwa keempat senyawa memenuhi Lipinski’s Rule of Five. Epigalokatekin memiliki profil toksisitas paling aman tanpa risiko mutagenik, tumorigenik, iritasi, atau reproduksi. Vanilin, asam vanilat, dan apigenin menunjukkan variasi risiko toksisitas tertentu, namun tetap memiliki skor obat positif. Hasil penelitian ini mengonfirmasi bahwa senyawa fenolik dari daun matoa memiliki potensi kuat sebagai antioksidan alami sekaligus kandidat obat baru, dengan apigenin dan epigalokatekin sebagai senyawa paling menjanjikan berdasarkan reaktivitas dan keamanannya.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Imelda, Dr., M.Si.
Uncontrolled Keywords: Pometia pinnata; antioksidan; DFT; toksisitas; farmakokinetika; fenolik
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > S1 Kimia
Depositing User: S1 Kimia Kimia
Date Deposited: 28 Jan 2026 01:49
Last Modified: 28 Jan 2026 01:49
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/518807

Actions (login required)

View Item View Item