Perbandingan Deteksi Ketuban Pecah Dini Antara Tes Immunoassay Insulin-like Growth Factor Binding Protein (Igfbp)-1 Dengan Tes Nitrazin

Vekky, Tria Novanda (2025) Perbandingan Deteksi Ketuban Pecah Dini Antara Tes Immunoassay Insulin-like Growth Factor Binding Protein (Igfbp)-1 Dengan Tes Nitrazin. Spesialis thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
COVER_ABSTRAK_merged (10).pdf - Published Version

Download (554kB)
[img] Text (Bab I Pendahuluan)
BAB I PENDAHULUAN.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Bab Akhir)
BAB AKHIR.pdf - Published Version

Download (317kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (868kB)
[img] Text (Full Teks)
FULL TEKS.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (16MB) | Request a copy

Abstract

Perbandingan Metode Deteksi untuk Pecahnya Membran Dini: Tes Imunoasai IGFBP-1 vs. Tes Nitrazin Vekky Tria Novanda 1 , Dovy Djanas 2 , Ferdinal Ferry 3 1. Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/ RSUP Dr. M.Djamil, Padang 2. Subbagian Fetomaternal, Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/ RSUP Dr. M.Djamil, Padang 3. Sub Divisi Obstetri dan Ginekologi Sosial, Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/ RSUP Dr. M.Djamil, Padang Pendahuluan: Pengambilan sampel vili korionik dan amniosentesis dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasi jenis kelamain janin pada usia kehamilan sekitar 11 minggu. Namun risiko keguguran pada prosedur ini adalah sekitar 1 hingga 3%. Dengan ditemukannya fragmen DNA janin bebas sel (cffDNA) dalam plasma dan serum ibu hamil yang mengandung janin lakilaki, diagnosis yang andal dan akurat dengan menggunakan prosedur non-invasif menjadi salah satu pilihan untuk menentukan jenis kelamin janin Tujuan: Studi ini bertujuan untuk membandingkan akurasi diagnostik tes immunoassay Insulin-like Growth Factor Binding Protein-1 (IGFBP-1) dengan tes Nitrazine konvensional dalam mendeteksi Premature Rupture of Membranes (PROM) Metode: Studi diagnostik potong lintang dilakukan sebagai bagian dari studi multisenter di 19 pusat. Studi ini melibatkan 40 wanita hamil (20 dengan PROM dan 20 tanpa PROM) antara usia kehamilan 28–36 minggu di Rumah Sakit Dr. M. Djamil. Padang. Tes imunisasi IGFBP1 (Actim PROM) dan tes Nitrazine dilakukan menggunakan usap forniks vagina posterior. Diagnosis PROM dikonfirmasi dengan pemeriksaan spekulum. Analisis data meliputi kurva ROC, Indeks Youden, dan AUC menggunakan SPSS v27.. Hasil: Uji imunologi IGFBP-1 menghasilkan sensitivitas 100% dan positif 100% pada kasus PROM. Tes Nitrazine menunjukkan sensitivitas 75% dengan 4 hasil negatif palsu. IGFBP-1 memberikan hasil yang lebih akurat, tidak terpengaruh oleh perdarahan vagina atau infeksi, tetapi lebih mahal dan memerlukan penanganan segera.. Kesimpulan: Imunoasai IGFBP-1 menunjukkan sensitivitas dan spesifisitas yang lebih unggul dibandingkan dengan tes Nitrazine untuk diagnosis PROM. Hal ini sangat menguntungkan dalam kasus-kasus dengan gejala yang tidak jelas atau kontaminasi, sehingga mendukung penggunaannya sebagai alat diagnostik yang lebih andal dalam perawatan obstetri.

Item Type: Thesis (Spesialis)
Supervisors: Dr. dr. Ferdinal Ferry, Sp.O.G, Subsp. Obginsos ; Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.O.G, Subsp. K.Fm, MARS
Uncontrolled Keywords: Pecah ketuban prematur; Imunoasai IGFBP-1; Tes Nitrazin; Akurasi diagnostik; Deteksi cairan ketuban
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: Fakultas Kedokteran > Sp-1 Obstetrik dan Ginekologi
Depositing User: Sp-1 Kedokteran Kedokteran
Date Deposited: 28 Jan 2026 01:56
Last Modified: 28 Jan 2026 01:56
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/518735

Actions (login required)

View Item View Item