Putri, Nissy Yulia (2025) GEMPA DAN TSUNAMI DI KEPULAUAN BANDA MASA KOLONIAL (1811-1938). S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
COVER DAN ABSTRACT.pdf - Published Version Download (466kB) |
|
|
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
BAB I PENDAHULUAN(FIX).pdf - Published Version Download (463kB) |
|
|
Text (BAB V KESIMPULAN)
BAB V KESIMPULAN(FIX).pdf - Published Version Download (296kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
(FIX)DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (490kB) |
|
|
Text (SKRIPSI FULL TEXT)
FULL SKRIPSI(NISSY YULIA PUTRI 2010711002).pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini mengkaji sejarah kebencanaan gempa bumi dan tsunami di Kepulauan Banda pada masa kolonial tahun (1811–1938), dengan menitikberatkan pada dampaknya terhadap masyarakat lokal serta respons pemerintah kolonial. Secara geografis, Kepulauan Banda terletak pada Busur Vulkanik Banda, yaitu kawasan tektonik kompleks akibat interaksi Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik, sehingga menjadikannya wilayah yang sangat rawan terhadap gempa bumi dan tsunami. Penelitian ini menelusuri kronologi bencana besar yang tercatat pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20, seperti gempa tahun 1820, 1824, 1832, 1835, 1852, 1861, 1875, 1889, 1899, dan 1902, yang menimbulkan kerusakan signifikan terhadap permukiman, infrastruktur kolonial, serta perekonomian berbasis pala. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah yang mencakup tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber primer yang dimanfaatkan meliputi arsip kolonial, laporan administratif resmi, catatan pers kolonial, serta dokumen ilmiah yang memuat data kegempaan. Seluruh sumber tersebut dipadukan dengan analisis geologi historis untuk merekonstruksi dinamika kebencanaan dan kebijakan kolonial dalam merespons bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gempa bumi dan tsunami di Kepulauan Banda bukan hanya peristiwa geologi, melainkan bagian dari pengalaman kolektif masyarakat yang hidup dalam kerentanan berulang tanpa mitigasi yang memadai. Pemerintah kolonial cenderung bersikap reaktif dengan memprioritaskan pemulihan aset ekonomi seperti gudang pala, pelabuhan, dan benteng, sementara kebutuhan masyarakat lokal sering terabaikan. Sebaliknya, masyarakat Banda mengembangkan strategi adaptasi berbasis kearifan lokal, seperti pengungsian ke wilayah yang lebih tinggi. Penelitian ini memberikan pemahaman historis mengenai dinamika kebencanaan di Kepulauan Banda serta menegaskan bahwa ancaman gempa bumi dan tsunami merupakan fenomena berulang yang telah lama membentuk lanskap sosial dan ekologis wilayah ini. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam upaya mitigasi bencana masa kini dengan mengintegrasikan pengetahuan historis, kajian geologi, dan kearifan lokal guna mengurangi risiko bencana.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Yenny Narny, S.S., M.A., Ph.D. |
| Uncontrolled Keywords: | Kepulauan Banda, Gempa bumi, Tsunami, Busur Banda, Sejarah kebencanaan, Mitigasi Bencana |
| Subjects: | D History General and Old World > D History (General) > D051 Ancient History D History General and Old World > D History (General) H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Budaya > S1 Sejarah |
| Depositing User: | S1 Sejarah Sejarah |
| Date Deposited: | 27 Jan 2026 08:52 |
| Last Modified: | 27 Jan 2026 08:52 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/518726 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric