Putri, Febriani (2025) PENYEBAB KORBAN BENCANA BANJIR BANDANG TIDAK MEMILIH RELOKASI TERPADU Studi Kasus di Nagari Pandai Sikek Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (cover dan abstrak)
cover dan abstrak.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (228kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB I Pendahuluan)
bab 1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (428kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV Daftar Pustaka)
BAB IV (1).pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (138kB) | Request a copy |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA (1).pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (196kB) | Request a copy |
|
|
Text (Skripsi Full Text)
skripsi full text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menetapkan program relokasi terpadu sebagai upaya pemulihan pasca bencana banjir bandang dan lahar dingin pada 11 Mei 2024. Namun, meskipun pemerintah menyediakan kawasan hunian yang dianggap aman dan lengkap secara infrastruktur, seluruh warga terdampak di Nagari Pandai Sikek memilih untuk tidak mengikuti program tersebut. Penelitian ini menggunakan teori Pilihan Rasional James S. Coleman untuk memahami cara aktor mempertimbangkan tujuan, nilai, dan sumber daya dalam pengambilan keputusan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Informan berjumlah 15 orang, terdiri dari 12 informan pelaku dari enam kepala keluarga terdampak serta 3 informan pengamat dari perangkat nagari dan tokoh masyarakat. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan untuk menggambarkan penilaian dan pertimbangan warga terhadap relokasi terpadu. Hasil penelitian menemukan bahwa keputusan warga untuk tidak memilih relokasi terpadu dipengaruhi oleh dua kategori pertimbangan utama. Pertama, pertimbangan berbasis aktor, yang meliputi: (1) keterikatan ekonomi, terutama pekerjaan yang sangat bergantung pada lokasi tempat tinggal seperti tenun songket, pertanian, serta usaha rumahan, dan ketidakpastian mata pencaharian apabila menetap di lokasi terpadu; serta (2) ikatan sosial dan kekerabatan, berupa kedekatan keluarga inti dan jaringan kekerabatan, serta tingginya solidaritas dan dukungan sosial antarwarga yang berperan penting dalam proses pemulihan pascabencana. Kedua, pertimbangan berbasis sumber daya, yang mencakup: (1) akses terhadap lahan, baik melalui keberadaan tanah pusako tinggi yang aman dan memungkinkan pembangunan rumah baru maupun kemampuan sebagian keluarga membeli lahan tambahan melalui dukungan keluarga besar; serta (2) kapasitas ekonomi keluarga, seperti kemampuan finansial untuk memperbaiki rumah lama dan adanya bantuan ekonomi dari kerabat. Kombinasi faktor ekonomi, sosial-kultural, dan kontrol atas sumber daya tersebut membuat relokasi terpadu dinilai kurang menguntungkan dibandingkan tetap membangun kembali kehidupan di lingkungan asal yang dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan, identitas sosial, dan keberlanjutan hidup keluarga.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Zuldesni, S.Sos, MA ; Drs. Yulkardi, M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | Aktor, Pilihan Rasional, Relokasi Terpadu, Sumber Daya |
| Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Sosiologi |
| Depositing User: | S1 Sosiologi Sosiologi |
| Date Deposited: | 27 Jan 2026 07:15 |
| Last Modified: | 27 Jan 2026 07:15 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/518633 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]